Berita

Pelantikan sejumlah menteri di Istana Negara. (Foto: Repro Youtube Setpres)

Politik

Reshuffle Kabinet Prabowo Dituntut Berorientasi Perubahan Kinerja

SENIN, 27 APRIL 2026 | 17:06 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Langkah reshuffle Kabinet Merah Putih yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto, disorot Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah. 

Dalam reshuffle tersebut, Muhammad Qodari dilantik sebagai Kepala Badan Komunikasi setelah sebelumnya menjabat Kepala Kantor Staf Presiden (KSP). Posisi Kepala KSP kini diisi oleh Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman.

Sementara itu, Abdul Kadir Karding dilantik sebagai Kepala Badan Karantina Nasional. Hasan Nasbi dipercaya sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Komunikasi, setelah sebelumnya menjabat Kepala PCO sebelum diberhentikan.


Di sektor lingkungan, Jumhur Hidayat ditunjuk sebagai Menteri Lingkungan Hidup (LH). Adapun pejabat sebelumnya, Hanif Faisol Nurofiq, digeser menjadi Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Pangan.

Dedi menilai, reshuffle kabinet merupakan langkah yang dilematis. Di satu sisi, pergantian menteri kerap hanya dipandang sebagai pergantian figur dengan corak kerja yang tidak jauh berbeda. 

“Namun bisa potensial membawa perubahan,” ujar Dedi kepada RMOL, Senin 27 April 2026.

Ia menambahkan, reshuffle di Indonesia cenderung bersifat normatif karena hanya mengganti orang, bukan kualitas kerja. Menurutnya, faktor antrean politik masih menjadi pertimbangan utama, sehingga performa pemerintahan kerap tidak mengalami perubahan signifikan.

“Reshuffle lebih sering soal antrean politik, sehingga performa tetap sama seperti tanpa ada reshuffle,” kata pengamat politik jebolan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini.

Meski demikian, Dedi menegaskan bahwa reshuffle tidak selalu berbasis kinerja. Dalam beberapa kasus, figur dengan kinerja baik justru ikut tergeser, sementara yang dinilai kurang optimal tetap dipertahankan.

“Hanya saja, reshuffle tidak selalu soal kinerja, sehingga tokoh yang perform justru tersasar reshuffle, sementara yang tidak, tetap dipertahankan,” pungkasnya.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

Hubungan Industrial Harmonis Fondasi Penting Tingkatkan Kinerja Pelindo

Jumat, 07 Agustus 2026 | 05:45

Kemhan Renovasi Sekretariat LVRI dan Bedah Rumah Veteran di 19 Provinsi

Jumat, 07 Agustus 2026 | 05:22

Seribu Lebih Ponpes Kini Bisa Kelola Dapur MBG

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:45

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Polisi Tangkap Dua Orang Penghasut di Medsos terkait Pernyataan Prabowo soal Nuklir Iran

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:08

Pengusaha Nasional Didorong jadi Pilar Kedaulatan Ekonomi

Jumat, 07 Agustus 2026 | 03:55

IDCPC sebagai Instrumen Soft Power Diplomacy China

Jumat, 07 Agustus 2026 | 03:35

Rencana Purbaya Kuasai Saham Whoosh Sudah Sampai ke Pemerintah China

Jumat, 07 Agustus 2026 | 03:15

BGN Bidik Percepatan Pembangunan SPPG di Wilayah 3T

Jumat, 07 Agustus 2026 | 02:54

Perbankan Harus Beri Karpet Merah UMKM agar Naik Kelas

Jumat, 07 Agustus 2026 | 02:28

Selengkapnya