Berita

Menteri Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat. (Foto: Tangkapan layar)

Politik

Kiprah Jumhur Hidayat: Dari Aktivis Buruh ke Menteri LH

SENIN, 27 APRIL 2026 | 15:35 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Aktivis buruh Mohammad Jumhur Hidayat resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri Lingkungan Hidup, menggantikan Hanif Faisol Nurofiq.

“Menteri Lingkungan Hidup kan banyak tugas dan harus kita tuntaskan, kerja keras,” ujar Jumhur di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 27 April 2026.

Lahir pada 18 Februari 1968, Jumhur dikenal sebagai aktivis pergerakan sejak masih menjadi mahasiswa di Institut Teknologi Bandung (ITB). Ia merupakan lulusan S1 Teknik Fisika ITB dan melanjutkan pendidikan S2 Sosiologi di Universitas Indonesia.


Dalam karier birokrasi, Jumhur pernah menjabat Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) pada 2007. Ia kini juga menjabat sebagai Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI).

Perjalanan Jumhur tidak lepas dari pengalaman pahit. Ia pernah dipenjara pada 1989 hingga 1992 akibat keterlibatannya dalam aksi mahasiswa yang menolak kedatangan Menteri Dalam Negeri saat itu, Rudini.

Di era Presiden Joko Widodo, Jumhur kembali berurusan dengan hukum. Pada 13 Oktober 2020, saat menjadi bagian dari Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), ia ditangkap terkait unjuk rasa penolakan Undang-Undang Cipta Kerja. Penangkapan itu dipicu unggahannya di media sosial yang mengkritik kebijakan tersebut.

Jumhur sempat mendekam hampir tujuh bulan di tahanan Bareskrim Polri sebelum akhirnya mendapatkan penangguhan penahanan pada 6 Mei 2021.

Meski sempat menghadapi berbagai tekanan, karier organisasinya terus berjalan. Pada Kongres KSPSI 16 Februari 2022, ia terpilih sebagai ketua umum untuk memimpin salah satu organisasi buruh terbesar di Indonesia.

Kini, dari dunia aktivisme, Jumhur melangkah ke panggung pemerintahan sebagai Menteri Lingkungan Hidup dengan tantangan besar di sektor yang menjadi sorotan publik tersebut.



Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

DPR Minta Pemerintah Perkuat Insfrastruktur Kesehatan

Senin, 26 Oktober 2026 | 16:28

Obligasi Global Perdana Danantara Laris

Senin, 26 Oktober 2026 | 16:13

Legislator PDIP Ini Janji Perjuangkan Alsintan

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:57

Pengurangan Angka Pelanggaran Jadi Indikator Keberhasilan Operasi Patuh Jaya 2026

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:44

KNMP Potensi Menjawab Kebutuhan Nelayan Kecil

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:30

Sinopsis dan Kisah Kelam Clayface, Musuh Ikonik Batman

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:19

Pemakzulan Gibran Harus Lewat Jalur Konstitusi, Bukan cuma Tekanan Politik

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:15

Jelang Pemilu, Oposisi Israel Klaim Netanyahu Tak Layak Pimpin Negara

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:58

Pemerintah Siapkan Skema Baru Pengadaan Energi, Negara Bakal Deal Langsung dengan Pemasok

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:57

KPU Perlu Fokus Benahi Pemilu 2029

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:53

Selengkapnya