Berita

Ilustrasi. (Foto: AI)

Bisnis

Pakar Sebut Korporasi Kapitalis Penyebab Terjadinya Kemiskinan

SENIN, 27 APRIL 2026 | 02:12 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Korporasi yang bercorak kapitalisme disebut-sebut sebagai dalang terjadinya kemiskinan yang masif di Indonesia. 

Hal itu disampaikan Ketua Asosiasi Kader Sosio-Ekonomi Strategis (AKSES) yang juga pakar koperasi, Suroto dalam pesan elektronik kepada RMOL di Jakarta, Minggu malam, 26 April 2026.
 
“Penyebab terjadinya kemiskinan yang dapat kita lihat secara kasat dalam keseharian kita itu terang benderang ialah korporasi. Korporasi kapitalis lokal, nasional maupun asing,” kata Suroto. 


Ia menyebut kelompok ekonomi rentan di masyarakat seperti petani, nelayan dan pedagang kecil makin tidak berdaya dihimpit kekuatan korporasi yang mengendalikan perekonomian nasional.

“Para pemilik korporasi kapitalis itu menekan harga petani, nelayan, perajin, peternak dan petambak dan pedagang kecil. Menghisap daya beli rakyat yang sudah sangat kering serta menggencet tarif gaji buruh,” jelasnya.

Lanjut Suroto, dalam kondisi demikian, pemerintah juga tidak berdaya terlebih berisikan orang-orang yang justru berpihak pada korporasi. 

“Anehnya, upaya penyelesaian dimintakan penyelesaianya kepada  lembaga-lembaga pemerintah yang miskin gagasan dan berisi orang-orang yang menjadi bagian dari penyebab kemiskinan. Sebagian lagi dilakukan secara sukarela oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang dananya terbatas dan bergantung dari donor korporasi kapitalis penyebab kemiskinan,” pungkasnya.


Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Rupiah Undervalued: Cerita yang Terus Diulang

Senin, 27 April 2026 | 03:42

Truk Pengangkut Tembakau Terguling di Ruas Tol Jangli-Gayamsari

Senin, 27 April 2026 | 03:21

Pemerintahan Jokowi Berhasil Lakukan Kemiskinan Struktural

Senin, 27 April 2026 | 02:58

Menyorot Peran Indonesia dalam Stabilitas Asia Tenggara

Senin, 27 April 2026 | 02:35

Pakar Sebut Korporasi Kapitalis Penyebab Terjadinya Kemiskinan

Senin, 27 April 2026 | 02:12

Pemerintahan Jokowi Beri Jalan Lahirnya Fasisme

Senin, 27 April 2026 | 01:51

Bonus Rp1 Miliar untuk Pemain Persib Ternyata Berasal dari Maruarar Sirait

Senin, 27 April 2026 | 01:30

Strategi Memutus Rantai “Feederism” di Selat Malaka

Senin, 27 April 2026 | 01:12

Tiket Pesawat Tak Perlu Naik meski Harga Avtur Melonjak

Senin, 27 April 2026 | 00:45

Pelaku Penembakan di WHCD Dipastikan Beraksi Sendirian

Senin, 27 April 2026 | 00:42

Selengkapnya