Deklarasi dukungan Himpunan Masyarakat Lombok (HIMALO) Jakarta, Garda Sasak, dan Laskar Sasak, bersama Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan DKI Jakarta, terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran, dalam acara Halalbihalal Lombok Rantau pada Sabtu, 25 April 2026. (Foto: Istimewa)
Seruan persatuan disampaikan Himpunan Masyarakat Lombok (HIMALO) Jakarta, Garda Sasak, dan Laskar Sasak, mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Ketua Umum HIMALO Jakarta, Karman BM menjelaskan, seruan itu dia sampaikan bersama Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan DKI Jakarta, dalam acara Halalbihalal Lombok Rantau pada Sabtu, 25 April 2026.
"Kami menilai saat ini kondisi bangsa sedang kurang stabil dan butuh kebersamaan," ujar Karman dalam keterangan tertulisnya, pada Minggu, 26 April 2026.
Dalam acara halalbihalal kemarin juga disampaikan oleh para tokoh agama serta sesepuh Lombok rantau memimpin munajat agar Indonesia senantiasa diberi keberkahan, dijauhkan dari perpecahan, serta para pemimpin bangsa diberi kekuatan dalam menjalankan amanah.
"Acara halalbihalal itu bukan hanya ajang silaturahmi, tetapi juga momentum untuk menyatukan tekad. Kami warga Lombok rantau sepakat mendukung penuh kepemimpinan Bapak Prabowo dan Mas Gibran demi Indonesia yang lebih maju," katanya.
Dalam acara tersebut juga digelar penandatanganan deklarasi dukungan terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran. Sejumlah tokoh yang turut menandatangani deklarasi itu antara lain Ketua HIMALO Karman BM, Ketua Laskar Sasak, Ketua Garda Sasak Indonesia, serta para sesepuh dan tokoh masyarakat Lombok perantauan.
"Kondisi bangsa saat ini membutuhkan stabilitas dan kebersamaan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, dukungan terhadap pemerintahan yang sah dinilai penting untuk menjaga persatuan nasional," urainya.
Karman menambahkan, pernyataan sikap bersama tersebut memuat tiga poin utama, yakni mendukung total kepemimpinan dan program kerja Pemerintahan Prabowo-Gibran, menjaga kondusivitas dengan tidak mudah terprovokasi isu-isu yang dapat memecah belah persatuan, serta terus mendoakan keselamatan negeri agar Indonesia tetap aman, damai, dan sejahtera.
“Ini adalah bentuk tanggung jawab moral kami sebagai anak bangsa untuk terus menjaga persatuan dan mendukung pemerintahan demi masa depan Indonesia yang lebih baik,” demikian Karman menutup.