Berita

Kebersamaan Prabowo Subianto dan Joko Widodo. (Foto: Antara)

Politik

Prabowo Terjun Langsung Diplomasi Energi Bukti Kualitasnya di Atas Jokowi

MINGGU, 26 APRIL 2026 | 10:20 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Langkah Presiden Prabowo Subianto terjun langsung melakukan diplomasi untuk ketahanan energi, dinilai sebagai bukti dari kualitasnya melebihi Presiden ke-7 RI Joko Widodo.

Pengamat Citra Institute, Efriza memandang, yang dilakukan Presiden Prabowo sudah tepat karena dalam praktik politik dan diplomasi, justru sering terjadi kepala negara mengambil alih isu-isu strategis untuk mempercepat negosiasi dan memberi sinyal keseriusan negara kepada mitra internasional. 

"Ini lebih mencerminkan konsolidasi kekuasaan di tangan Presiden, juga mencerminkan citra Presiden yang punya kemampuan yang baik dalam berhubungan dengan negara luar," ujar dia kepada Kantor Berita Politik dan Ekonomi RMOL, Minggu, 26 April 2026.


Menurutnya, apabila negosiasi sektor energi yang terbilang strategis diserahkan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), tak ayal mirip dengan Jokowi.

"Tapi Presiden Prabowo berbeda dengan Presiden Jokowi yang lebih mempercayai urusan strategis kepada menteri-menteri yang dipercayainya, sehingga dinilai Presiden Jokowi tidak cukup handal untuk urusan hubungan kerja sama dengan negara luar," tutur Efriza.

Lulusan S2 politik Universitas Nasional (UNAS) itu menegaskan, kemampuan presiden bukan hanya persoalan kemampuan bahasa, melainkan lebih pada kepemimpinan yang strategis di mata dunia internasional.

"Penting sektor energi sebagai isu geopolitik. Peran Presiden punya magnet tersendiri, respons negara luar tentu saja tinggi," ucapnya.

"Ini bukan artinya sebagai bentuk pelemahan atau kegagalan menteri, tetapi ini juga bentuk citra negara terkait sisi kepemimpinan presidennya," demikian Efriza menambahkan.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya