Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Dunia

Berapa Lama Iran Bisa Bertahan dari Blokade AS? Ini Analisisnya

SABTU, 25 APRIL 2026 | 15:34 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Blokade angkatan laut Amerika Serikat (AS) sejak 13 April 2026 memang menekan ekonomi Iran, tetapi diyakini belum cukup untuk menjatuhkan Teheran dalam waktu dekat.

Salah satu penopang utama ketahanan tersebut berasal dari minyak Iran yang sudah lebih dulu berada di laut sebelum blokade diberlakukan. 

Ratusan kapal tanker yang membawa minyak ini masih bisa menjual muatannya ke pasar internasional, sehingga aliran pemasukan tetap berjalan meski jalur ekspor baru terganggu.


Dari kondisi ini, Iran diperkirakan masih memiliki “napas” finansial selama beberapa bulan. Analis kebijakan luar negeri, Kenneth Katzman, menjelaskan bahwa cadangan minyak yang sudah dikirim menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas pemasukan negara tersebut 

"Berdasarkan pasokan itu, Iran masih bisa mendapatkan pemasukan hingga Agustus meskipun ada blokade," ujarnya, dikutip dari Al-Jazeera, Sabtu 25 April 2026.

Artinya, sejak pertengahan April, Iran kemungkinan masih mampu bertahan sekitar tiga hingga empat bulan ke depan. Ketahanan ini tidak hanya bergantung pada minyak yang sudah berada di laut, tetapi juga pada langkah antisipatif yang telah disiapkan sebelumnya.

Iran diketahui memiliki cadangan minyak besar, baik di darat maupun di laut. Bahkan, negara itu menggunakan kapal tanker tua sebagai fasilitas penyimpanan tambahan untuk mengatasi keterbatasan kapasitas di darat. Selama masih ada ruang penyimpanan dan jalur distribusi - baik secara langsung maupun melalui cara tidak langsung - pemasukan tetap bisa mengalir, meskipun tidak sekuat sebelumnya.

Selain dari minyak, Iran juga mendapatkan pemasukan tambahan melalui kebijakan mengenakan biaya bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz. Dalam beberapa laporan, biaya ini bisa mencapai jutaan dolar per kapal, sehingga menjadi sumber dana alternatif di tengah tekanan blokade.

Meski demikian, kemampuan bertahan ini jelas memiliki batas. Jika blokade berlangsung lebih lama dan semakin ketat, kapasitas penyimpanan minyak berisiko penuh. Akibatnya, produksi bisa terpaksa dikurangi dan ekspor semakin terhambat. Tekanan ekonomi pun akan meningkat secara bertahap, bukan terjadi secara tiba-tiba.

Menariknya, sebagian analis menilai Iran justru berpeluang bertahan lebih lama dibandingkan tekanan politik di AS. 

Iran sudah lama terbiasa menghadapi sanksi ekonomi, sementara kebijakan luar negeri AS sering dipengaruhi dinamika politik domestik. Karena itu, strategi Iran diperkirakan adalah bertahan selama mungkin sambil menunggu tekanan terhadap pihak lawan meningkat.

Pada akhirnya, Iran belum berada di ambang kehancuran dalam waktu dekat. Dengan cadangan minyak yang besar dan strategi bertahan yang matang, negara tersebut diperkirakan masih mampu bertahan hingga beberapa bulan ke depan-bahkan kemungkinan sampai Agustus. 

Setelah itu, arah situasi akan sangat ditentukan oleh seberapa ketat blokade diterapkan serta bagaimana respons politik dan ekonomi dari kedua belah pihak.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Langkah Polri Bongkar Kasus Dugaan Korupsi Kejagung Tuai Apresiasi

Kamis, 09 Juli 2026 | 03:59

UPDATE

Jadi Tersangka Tanpa Diperiksa, Pakar: Bertentangan dengan Konstitusi

Sabtu, 18 Juli 2026 | 16:18

BPKH Harus Diperkuat demi Jaga Keberlanjutan Keuangan Haji

Sabtu, 18 Juli 2026 | 16:12

Maroko dan Prancis Perkuat Kemitraan, 11 Perjanjian Baru Disepakati

Sabtu, 18 Juli 2026 | 16:02

Halaqah Pra-Muktamar Bahas Arah Kepemimpinan NU di Abad Kedua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 15:02

Catatan Akhir Pekan Saham MD Entertainment: Terkoreksi, tapi Magnetnya Belum Pudar

Sabtu, 18 Juli 2026 | 15:00

Cara Nonton Final Piala Dunia 2026, Spanyol Vs Argentina

Sabtu, 18 Juli 2026 | 14:49

Nelayan Pulau Panggang Kesulitan BBM

Sabtu, 18 Juli 2026 | 14:45

China dan RI Perkuat Kerja Sama Ekonomi, Airlangga: KEK Batang Jadi Fokus Investasi

Sabtu, 18 Juli 2026 | 14:30

Sektor Teknologi dan Energi Topang Reli Indeks Kompas100 Sepekan

Sabtu, 18 Juli 2026 | 14:14

Enam Titik Penginapan Siap Tampung Ribuan Peserta Muktamar NU

Sabtu, 18 Juli 2026 | 14:01

Selengkapnya