Wakil Ketua Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Dr. Sukamta (RMOL/Faisal Aristama)
Komisi I DPR RI menyampaikan duka cita atas gugurnya prajurit TNI, Praka Rico Pramudia, yang tengah bertugas dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon.
Praka Rico meninggal dunia setelah menjalani perawatan akibat luka yang dideritanya usai insiden ledakan peluru kendali di markas UNIFIL pada akhir Maret 2026.
“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya prajurit terbaik TNI yang tergabung dalam misi UNIFIL di Lebanon. Pengorbanan ini adalah bentuk nyata komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia, sebagaimana amanat konstitusi,” ujar Wakil Ketua Komisi I DPR RI dari Fraksi PKS, Sukamta, kepada wartawan, Sabtu, 25 April 2026.
Menurut Sukamta, peristiwa tersebut harus menjadi perhatian serius, mengingat markas pasukan perdamaian turut menjadi sasaran dalam konflik yang berlangsung.
“Serangan di wilayah operasi UNIFIL menunjukkan adanya eskalasi signifikan di lapangan, sehingga menempatkan pasukan penjaga perdamaian dalam risiko yang semakin tinggi,” tegas legislator dari Daerah Pemilihan Yogyakarta tersebut.
Ia juga menekankan pentingnya perlindungan maksimal terhadap personel PBB yang menjalankan misi perdamaian, terutama di tengah dinamika konflik yang melibatkan Israel dan berbagai aktor lainnya di kawasan.
Lebih lanjut, Sukamta mendorong Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mandat serta mekanisme perlindungan pasukan UNIFIL.
“Diperlukan langkah investigasi yang transparan dan akuntabel atas insiden ini, guna memastikan kejelasan dan pertanggungjawaban,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah Indonesia diminta melakukan peninjauan komprehensif terkait aspek keamanan, kesiapan, serta pola penugasan prajurit dalam misi perdamaian.
“Tanpa mengurangi komitmen Indonesia sebagai kontributor aktif dalam menjaga stabilitas global, evaluasi tetap perlu dilakukan,” tambahnya.
Sukamta mengingatkan bahwa upaya menjaga perdamaian dunia tidak boleh dibayar dengan pengorbanan yang sia-sia.
“Setiap prajurit yang gugur harus menjadi pengingat bahwa perdamaian memerlukan sistem yang kuat, perlindungan memadai, dan komitmen bersama dari komunitas internasional,” katanya.
Ia pun berharap para prajurit yang gugur mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.
Gugurnya Praka Rico menambah daftar duka Indonesia dalam misi UNIFIL. Hingga kini, tercatat empat prajurit TNI gugur di Lebanon, yakni Mayor Infanteri Anumerta Zulmi Aditya Iskandar, Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan, Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon, dan Praka Rico Pramudia.