Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Dunia

AS Tuding China Curi Teknologi AI lewat DeepSeek

SABTU, 25 APRIL 2026 | 12:32 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Amerika Serikat (AS) melalui Departemen Luar Negeri mengeluarkan peringatan global terkait dugaan pencurian teknologi kecerdasan buatan (AI) oleh perusahaan-perusahaan asal Tiongkok, termasuk startup DeepSeek.

Dalam dokumen diplomatik internal yang diperoleh Reuters, diplomat AS di berbagai negara diminta untuk menyampaikan kekhawatiran kepada pemerintah setempat mengenai praktik “pengambilan dan penyulingan” model AI milik Amerika oleh pihak asing. Pemerintah AS menilai praktik ini bisa mengancam keunggulan teknologi mereka di bidang AI.

Penyulingan (distilasi) AI sendiri merupakan teknik melatih model yang lebih kecil dengan memanfaatkan hasil dari model yang lebih besar dan mahal. Cara ini membuat pengembangan AI menjadi jauh lebih murah, tetapi menjadi masalah jika dilakukan tanpa izin karena bisa meniru teknologi yang sudah ada.


"Model AI yang dikembangkan dari proses distilasi ilegal dapat menghasilkan produk yang terlihat setara dalam beberapa pengujian, tetapi tidak sepenuhnya menyamai sistem aslinya," menurut dokumen tersebut.

Sebelumnya, OpenAI juga telah memperingatkan pemerintah AS bahwa DeepSeek diduga mencoba meniru model AI milik perusahaan Amerika, termasuk teknologi di balik ChatGPT, untuk digunakan dalam pelatihan sistem mereka sendiri.

Namun, tuduhan ini dibantah oleh pemerintah Tiongkok. Kedutaan Besar China di Washington menyatakan bahwa klaim tersebut tidak berdasar dan merupakan upaya untuk menghambat perkembangan teknologi negaranya.

Di tengah kontroversi ini, DeepSeek justru meluncurkan model terbaru mereka, V4, yang dirancang agar kompatibel dengan chip buatan Huawei. Langkah ini menunjukkan bahwa Tiongkok semakin mandiri dalam pengembangan teknologi AI.

Sejumlah negara Barat dan sebagian negara Asia bahkan telah melarang penggunaan DeepSeek di lembaga pemerintah karena kekhawatiran soal keamanan data. Meski begitu, model AI buatan perusahaan ini tetap banyak digunakan secara global, terutama di platform berbasis open-source.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

UPDATE

Brigjen Victor Alexander Lateka Dikukuhkan Sebagai Ketua Umum PABKI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 17:48

MBG Program Baik, Namun Pelaksanaannya Terlalu Dipaksakan

Sabtu, 16 Mei 2026 | 17:07

Suporter Indonesia Bisa Transaksi Pakai wondr by BNI di Thailand Open 2026

Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:46

Rupiah Jebol Rp17.600, Prabowo: di Desa Nggak Pakai Dolar

Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:06

Sjafrie Kumpulkan BIN hingga Panglima TNI, Fokus Kawal Mineral Strategis RI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 15:16

Saham Magnum Melonjak Usai Rumor Akuisisi Blackstone dan CD&R

Sabtu, 16 Mei 2026 | 15:02

Prabowo Curhat Kenyang Diejek TNI-Polri Urus Jagung: Itu Aparat Rakyat!

Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:35

Kemenhaj Perkuat Tata Kelola Dam, Jemaah Haji Diminta Gunakan Jalur Resmi Adahi

Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:18

Instants Fitur Baru Instagram, Ini Bedanya dengan Stories

Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:13

Prabowo Minta Aparat Koreksi Diri: Jangan Jadi Beking Narkoba

Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:03

Selengkapnya