Berita

Menu Makan bergizi gratis (MBG) yang disiapkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (Foto: Kantor Komunikasi Kepresidenan)

Kesehatan

Gizi Anak Jadi Penentu Lahirnya Generasi Emas 2045

SABTU, 25 APRIL 2026 | 08:05 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Menuju Indonesia Emas 2045, tantangan terbesar bukan lagi soal jumlah penduduk, melainkan kualitasnya. 

Dengan populasi lebih dari 282 juta jiwa, upaya membangun sumber daya manusia unggul menjadi krusial—baik dari sisi fisik maupun kognitif. Di sinilah program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipandang sebagai langkah awal yang strategis.

Dokter spesialis penyakit dalam sekaligus edukator kesehatan, Andi Khomeini Takdir atau dr. Koko, melihat MBG sebagai upaya konkret untuk menjawab persoalan gizi nasional. Ia menekankan bahwa bonus demografi hanya akan berdampak jika diiringi kualitas yang memadai.


"Bonus demografi itu bukan hanya perihal jumlah penduduk, tapi juga kualitasnya. Upaya pemerintah untuk memberikan kecukupan gizi itu bagus, dan dari awal saya selalu mendukung itu," ujarnya, dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Sabtu 25 April 2026.

Dukungan publik terhadap program ini juga tergolong tinggi. Survei Poltracking Indonesia menunjukkan MBG menjadi salah satu program dengan ekspektasi terbesar dari masyarakat, terutama karena membantu keluarga memenuhi kebutuhan makan anak setidaknya sekali sehari.

Menariknya, dr. Koko mengingatkan agar implementasi program tidak dibuat rumit. Menurutnya, pola makan sederhana justru sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi anak.

"Kembali ke dasar. Nasi, ikan, sayur, telur, atau ayam suir itu sudah cukup. Jangan dibuat rumit. Anak-anak yang rutin mengonsumsi MBG akan terlatih lidahnya (taste education) sehingga tidak jadi pilih-pilih makanan (picky eater) juga," jelasnya.

Temuan Research Institute of Socio-Economic Development (RISED) memperkuat hal tersebut. Sekitar 80 persen orang tua melaporkan adanya perbaikan pola makan anak sejak program berjalan. Pengenalan sayur dan protein sejak dini dinilai berpotensi menekan risiko penyakit tidak menular seperti diabetes dan obesitas di masa depan.

Meski begitu, dr. Koko tidak menutup mata terhadap berbagai tantangan di lapangan. Ia menilai program sebesar ini wajar mengalami kendala teknis, sehingga perlu pengawasan dan masukan dari masyarakat.

"Kita akan berproses; tidak serta-merta program ini 100 persen bagus. Peran masyarakat adalah menjaga itu. Jika ada masukan atau kritik soal keterlambatan atau kualitas menu, pengelola jangan 'kebakaran jenggot'. Kritik itu bukan permusuhan, tapi bahan evaluasi agar ada perbaikan berkelanjutan," tambahnya.

Dalam jangka panjang, ia optimistis dampak MBG akan terasa signifikan jika dijalankan secara konsisten.

"Apalagi ini akumulasi, setiap hari selama berbulan-bulan, bertahun-tahun. Dampaknya pasti ada daripada tidak ada sama sekali."

Dengan dukungan berbagai pihak—mulai dari pemerintah, pelaksana di lapangan, hingga masyarakat—program ini diharapkan menjadi salah satu pendorong lahirnya generasi Indonesia yang lebih sehat, cerdas, dan siap menghadapi 2045.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

UPDATE

Bareskrim Gerebek 9 Lokasi Rawan Narkoba di Sumut, Puluhan Pengedar dan Pemakai Diamankan

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:28

Pasar Serdang Kemayoran Segera Direvitalisasi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:15

Hadiah Bibit Korupsi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:01

Aparat Usut Dugaan Investasi Emas Bodong Rp25 Miliar yang Seret Sejumlah Artis

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:55

Putusan MK soal Gibran Bergulir ke Ranah Politik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:39

Karhutla Belum Tuntas, Pemerintah Kaji Langkah Penanganan Terbaik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:34

Kemenhub Catat 1.673 Penerbangan Terdampak Karhutla: 907 Batal

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:17

Radja Nainggolan Ungkap Penyesalan Besar Belum Pernah Bela Timnas Indonesia

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Trump Pertimbangkan Bantu Arab Saudi Perangi Houthi

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:48

Selengkapnya