Berita

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli di Kantor Kemenaker, Jakarta pada Kamis 21 Agustus 2025. (Foto: RMOL/Bonfilio Mahendra)

Bisnis

Kemnaker Tutup Magang Nasional Batch 1, Ribuan Peserta Terserap Dunia Kerja

SABTU, 25 APRIL 2026 | 07:23 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) resmi menutup Program Pemagangan Nasional batch pertama yang berlangsung dari 20 Oktober 2025 hingga 24 April 2026. 

Meski dinilai sukses, program ini mencatat adanya penyusutan jumlah peserta dari 16.112 orang di awal seleksi menjadi 11.949 orang yang bertahan hingga akhir.

Kepala Barenbang Kemnaker, Anwar Sanusi, menjelaskan bahwa sekitar 4.163 peserta mengundurkan diri karena dinamika karier, termasuk diterima sebagai karyawan tetap di tempat lain. 


"Berdasarkan proses seleksi, terpilih 14.952 peserta batch pertama atau 1A dan 1.160 batch 1B sehingga total 16.112. Namun dalam perjalanannya jumlah peserta aktif mengalami pengurangan, sehingga jumlah peserta aktif batch pertama tercatat 11.110 peserta untuk yang 1A, dan 1B 839 sehingga totalnya 11.949 peserta," ungkap Anwar dikutip dari siaran YouTube Kemenaker, Sabtu 25 April 2026. 

Mengenai fenomena mundurnya peserta, Anwar menambahkan bahwa hal tersebut seringkali disebabkan oleh tawaran kerja permanen yang datang lebih awal. 

"Hal ini merupakan bagian dari dinamika program, di mana terdapat peserta yang mengundurkan diri dengan berbagai alasan. Salah satunya adalah mereka diterima sebagai karyawan tetap di salah satu perusahaan atau di instansi yang memang sebelum proses ini mereka kebanyakan juga sudah melamar," jelasnya.

Program ini didukung oleh 1.185 perusahaan dan 5.267 mentor sebagai wujud partisipasi industri dalam peningkatan kompetensi. 

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, mengungkapkan bahwa banyak perusahaan langsung merekrut peserta magang mereka dengan angka serapan sekitar 20 hingga 30 persen. 

"Ada yang sudah merekrut, ya, 20 persen dari yang magang, ada yang sudah 30 persen, dan ini sekarang sedang kita data," kata Yassierli.

Meskipun respons industri sangat positif, beberapa perusahaan belum bisa melakukan rekrutmen karena kendala internal. 

Sementara itu, bagi peserta di instansi pemerintah, proses rekrutmen tetap harus melalui jalur formal yang telah ditetapkan. 

“Mengikuti tanggal dari Kementerian PAN RB kapan ini dibuka dan berapa kuotanya,” pungkas Yassierli.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Golkar: Jokowi Ikut Tren MBG karena Dekat dengan Dunia Warganet

Senin, 01 Juni 2026 | 13:12

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

UPDATE

Donald Trump Buka Peluang Bertemu Mojtaba Khamenei

Jumat, 05 Juni 2026 | 08:19

Dolar AS Melemah dari Level Tertinggi Imbas Prospek Damai Timur Tengah

Jumat, 05 Juni 2026 | 07:52

Emas dan Perak Menguat Jelang Rilis Data Tenaga Kerja AS

Jumat, 05 Juni 2026 | 07:40

BEI Bidik Dana Besar dari Dalam dan Luar Negeri demi Topang IHSG

Jumat, 05 Juni 2026 | 07:17

Bursa Eropa Hijau, Saham Bank dan Airbus Pimpin Reli

Jumat, 05 Juni 2026 | 07:06

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Kenaikan Bahan Baku Berimbas terhadap Industri Makanan dan Minuman

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:54

Artis Fabiola Gabung Sindikat Penipuan Online

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:43

Hantu Kurs Dolar

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:28

Inflasi Kehormatan Letkol Teddy Indra Wijaya

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:08

Selengkapnya