Berita

Sekretaris Jenderal Partai Golongan Karya, Muhammad Sarmuji (tengah) (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Politik

Golkar Tak Persoalkan Usulan Batas Ketum Parpol

JUMAT, 24 APRIL 2026 | 11:13 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Partai Golkar menyatakan tidak mempermasalahkan usulan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait pembatasan masa jabatan ketua umum partai politik maksimal dua periode. 

Sebelumnya, KPK menilai pembatasan masa jabatan ketua umum diperlukan untuk memastikan kaderisasi berjalan sehat.

"KPK merekomendasikan: untuk memastikan berjalannya kaderisasi perlu pengaturan batas kepemimpinan ketua umum partai menjadi maksimal 2 kali periode masa kepengurusan," tulis laman resmi KPK, Kamis, 23 April 2026.


Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menjelaskan kajian itu merupakan bagian dari upaya pencegahan korupsi di sektor politik yang dinilai masih rawan.

Menanggapi hal itu, Golkar menilai isu utama bukan pada batasan jabatan, melainkan kualitas demokrasi internal partai.

Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, mengatakan partainya tidak terdampak langsung oleh usulan tersebut karena selama ini pergantian kepemimpinan berjalan rutin di setiap periode.

“Golkar tidak risau dengan isu itu, karena Golkar kepemimpinannya ajeg berganti setiap periode,” katanya kepada wartawan, Jumat, 24 April 2026.

Menurutnya, pembatasan masa jabatan bukan persoalan mendasar bagi partai. Ia justru menekankan pentingnya menjaga proses demokrasi di internal agar tidak bergantung pada satu figur.

“Yang kami ingin tekankan bukan persoalan itu yang utama. Yang utama adalah bagaimana demokrasi internal di sebuah partai itu berkualitas,” jelas Sarmuji.

Sarmuji menjelaskan, dengan demokrasi internal yang kuat, partai mampu menampung berbagai gagasan dan aspirasi yang berkembang di masyarakat, sehingga tidak terpusat pada satu sosok kepemimpinan.

“Kalau demokrasi internal itu berkualitas, kita tidak akan bergantung pada satu sosok saja, tetapi ada banyak pemikiran yang bisa diserap.  Pemikiran itu mencermikan pemikiran yang berkembang di masyarakat,” lanjutnya.

Ia pun menegaskan bahwa meski tidak menolak wacana pembatasan dua periode, Golkar tetap memandang penguatan demokrasi internal sebagai hal yang lebih krusial dalam tata kelola partai.

“Menurut saya, isu demokrasi internal lebih penting daripada batasan periode, meskipun sekali lagi kami tidak ada masalah seandainya ada batasan dua periode,” pungkas Sarmuji.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Di Simpang Dunia

Jumat, 24 April 2026 | 06:10

Kisah Karim dan Edoh: Tukang Bubur Naik Haji Asal Tasikmalaya

Jumat, 24 April 2026 | 06:01

Gurita Keluarga Mas’ud Menguasai Kaltim

Jumat, 24 April 2026 | 05:33

Pramono Bidik Kerja Sama TOD dengan Shenzhen Metro

Jumat, 24 April 2026 | 05:14

Calon Jemaah Haji Asal Lahat Batal Terbang Gegara Hamil

Jumat, 24 April 2026 | 05:11

BEM KSI Serukan Perdamaian Dunia di Paskah Nasional 2025

Jumat, 24 April 2026 | 04:22

JK Tak Mudah Hadapi Jokowi

Jumat, 24 April 2026 | 04:10

Robig Penembak Gama Ketahuan Edarkan Narkoba di Lapas Semarang

Jumat, 24 April 2026 | 04:06

Ray Rangkuti Tafsirkan Pasal 8 UUD 1945 terkait Seruan Makar Saiful Mujani

Jumat, 24 April 2026 | 03:33

Setelah Asep Kuswanto Tersangka

Jumat, 24 April 2026 | 03:24

Selengkapnya