Berita

Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung. (Foto: Humas DPD)

Politik

DPD: 5,2 Juta Ton Cadangan Beras Bulog, Fondasi Swasembada Pangan

KAMIS, 23 APRIL 2026 | 21:47 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung mengapresiasi capaian Pemerintah yang berhasil mendorong lonjakan cadangan beras nasional hingga tembus mencapai 5 juta ton. 

Ia menilai capaian tersebut sebagai bukti konkret bahwa arah kebijakan pangan nasional berada di jalur yang tepat dalam memperkuat ketahanan sekaligus kedaulatan pangan Indonesia, terutama dari perspektif daerah sebagai basis produksi.

Berdasarkan data Kementerian Pertanian per 23 April 2026, cadangan beras Pemerintah di gudang Bulog telah mencapai 5,2 juta ton. Angka ini mencerminkan peningkatan produksi yang signifikan, yang sebagian besar ditopang oleh kinerja sektor pertanian di daerah.


“Cadangan beras yang menyentuh 5,2 juta ton ini harus dibaca sebagai keberhasilan kolektif, terutama kerja keras petani di daerah. Ini adalah fondasi penting menuju swasembada pangan yang berkelanjutan,” ujar Tamsil usai memimpin Sidang Paripurna DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis, 23 April 2026.

Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari berbagai terobosan yang dilakukan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, khususnya dalam menjamin ketersediaan pupuk bersubsidi, perbaikan tata kelola distribusi, serta percepatan rehabilitasi jaringan irigasi di sentra-sentra produksi pangan daerah.

Tamsil menegaskan bahwa keberhasilan produksi nasional harus diiringi dengan penguatan ekosistem pertanian di daerah secara menyeluruh. Ia mengingatkan bahwa peran negara tidak berhenti pada peningkatan stok, tetapi juga memastikan keadilan distribusi, stabilitas harga, dan kesejahteraan petani sebagai aktor utama.

“Ketika pupuk tersedia, irigasi diperbaiki, dan kebijakan berpihak pada petani daerah, maka produksi meningkat. Tapi tugas kita belum selesai hasil produksi ini harus terdistribusi secara adil hingga ke seluruh wilayah, tanpa menciptakan disparitas baru,” tegasnya.

Tamsil juga mengapresiasi program swasembada pangan di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai mulai menunjukkan dampak nyata, tidak hanya pada peningkatan produksi, tetapi juga pada perbaikan kesejahteraan petani.

Hal ini tercermin dari data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan indeks harga yang diterima petani padi konsisten berada di atas 130 poin sejak Juni 2024. Bahkan pada Maret 2026, indeks tersebut mencapai 144,52, meningkat dibandingkan Maret 2025 yang berada di level 137,94.

“Ini indikator kuat bahwa kebijakan pangan tidak hanya fokus pada output produksi, tetapi juga menjaga nilai ekonomi yang diterima petani. Artinya kesejahteraan petani-petani di daerah ikut terdongkrak,” jelasnya.

Tamsil menilai capaian saat ini menempatkan Indonesia pada jalur yang tepat menuju kedaulatan pangan. Dia pun meminta konsistensi kebijakan dan pengawasan distribusi tetap menjadi kunci utama agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh seluruh masyarakat.

Terpisah, Dosen Institut Pertanian Bogor (IPB) University, Prima Gandhi turut mengapresiasi capaian tersebut sebagai indikator kuantitatif membaiknya produksi dan tata kelola pangan nasional.

“Capaian cadangan beras yang tembus 5,2 juta ton dan NTP di level 144,52 menunjukkan bahwa produksi dan tata kelola pangan, khususnya beras, sedang berada dalam tren yang membaik,” ujarnya.

Menurut Prima, kombinasi antara stok beras yang tinggi dan meningkatnya Nilai Tukar Petani (NTP) menjadi sinyal kuat bahwa kebijakan pertanian pemerintah mulai menunjukkan hasil nyata.

“Ini berarti produksi meningkat dan petani juga mendapatkan manfaat ekonomi yang lebih baik. Ada perbaikan dalam ekosistem pertanian kita,” pungkasnya.


Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Nasib Pengalihan Utang Whoosh Tak Jelas, Ini Penjelasan Wamenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 22:20

Ombudsman Soroti Masa Sanggah Data Rumah Rusak Gempa NTT Terlalu Singkat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:55

KPK Dalami Pengurusan HGB PT Bela Parahiyangan hingga ke Pusat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:36

Rafyq Pandjaitan Terpilih Ketua KWP, Ariawan Titip Pesan Ini

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:50

KBRI Singapura Tak Punya Dokumen Pendidikan Gibran

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:20

Jenderal Sigit jadi Bidak Benteng dalam Catur Pemerintahan Prabowo

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:57

Hatta Rajasa Pastikan Wantimpres Beri Nasihat Berkualitas untuk Presiden

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:44

Kapolri Berganti, Jenderal Sigit Serahkan Panji Tribrata ke Jenderal Suyudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:40

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Bersama UI, Peradi Profesional Bidik Pendidikan Advokat Lebih Berkualitas

Jumat, 02 Oktober 2026 | 18:51

Selengkapnya