Berita

Saiful Mujani dalam 'Diskusi Politik dan Kebebasan Akademik' di UIN Jakarta, Kamis, 23 April 2026. (Foto: RMOL/Sarah Alifia)

Politik

Saiful Mujani: DPR Kehilangan Taji

KAMIS, 23 APRIL 2026 | 15:08 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Lemahnya fungsi oposisi di DPR dinilai membuat berbagai pernyataan kontroversial Presiden tidak pernah benar-benar berkembang menjadi isu politik yang serius. 

Kritik yang seharusnya bisa “dimatangkan” justru berhenti di permukaan tanpa tindak lanjut.

Pandangan itu disampaikan pengamat politik sekaligus pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saiful Mujani dalam 'Diskusi Politik dan Kebebasan Akademik' di UIN Jakarta, Kamis, 23 April 2026.


Ia menilai parlemen gagal memainkan peran sebagai penyeimbang kekuasaan, sehingga banyak isu besar tidak diolah menjadi tekanan politik terhadap pemerintah.

“Ada satu poin, perbuatan tercelah. Itu sangat karet. Tapi saya melihat di situ potensial, kalau saja oposisi di DPR itu kuat, ini cukup untuk digoreng sampai matang,” kata Saiful. 

Ia mengibaratkan DPR seperti dapur politik yang kehilangan peran utamanya. Tanpa oposisi yang kuat, isu-isu penting tidak pernah “dimasak” menjadi kritik yang berdampak.

“Tapi karena juru masaknya tidak ada, apa boleh buat? Nggak jadi itu barang,” lanjutnya.

Lebih jauh, Saiful menilai banyak kebijakan pemerintah yang seharusnya bisa diuji secara politik di DPR, termasuk melalui hak angket. Namun, instrumen tersebut tidak dimanfaatkan secara maksimal.

“Itu potensial. Kalau saya anggota DPR, saya sudah mengajukan hak angket untuk menyelidiki ini,” tegasnya.

Menurutnya, kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan tidak hanya terletak pada pemerintah, tetapi juga pada sistem politik yang tidak berjalan seimbang. 

"Lemahnya oposisi membuat isu-isu strategis tidak pernah benar-benar diangkat menjadi agenda politik utama," pungkasnya.

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

KPK Panggil 13 Saksi Kasus Mantan Wamen Imipas Silmy Karim

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:22

Gugatan PT KSS, Ahli Nilai Keputusan Kemenhub Timbulkan Konsekuensi Hukum

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:21

Mengenal Taufik Hidayat, Lelaki Paling Kejam Abad Ini

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:12

Laporan HAM PBB Sebut Israel Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:01

Jakarta 499 Tahun: Birokrasi Modern Belum Cukup Tanpa Perspektif HAM.

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:00

BKKBN: 8,1 Juta Keluarga di Indonesia Berisiko Stunting

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:41

Kisah Mantri Perempuan BRI Tempuh Pegunungan Toraja untuk Layani Nasabah di Wilayah 3T

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:29

Konbes–Munas NU Ploso Diwarnai Aksi Intimidasi dan Motif Kepentingan Pribadi

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:28

Prabowo Dianugerahi Lencana Emas Adi Bakti Tani-Nelayan Maha Utama

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:24

KPK Panggil Mulyono di Kasus Suap Bupati Muara Enim Edison

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:18

Selengkapnya