Komisaris Pertamina melakukan peninjauan di SPBU COCO 81.984.01. (Foto: Dok. Pertamina)
Komisaris PT Pertamina (Persero), Nanik S. Deyang dan Hasan Nasbi, melakukan kunjungan kerja ke Kota Sorong, Papua Barat Daya, untuk memastikan ketersediaan dan distribusi BBM serta LPG berjalan dengan baik. Peninjauan dilakukan di SPBU COCO 81.984.01 dan agen LPG non-subsidi PT Wilis Trijaya Mandiri pada Selasa (21/4).
Dari hasil pemantauan, distribusi BBM dan LPG di wilayah Sorong berlangsung lancar dengan kondisi pasokan yang aman. Selain memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan baik, kunjungan tersebut juga menjadi bagian dari evaluasi terhadap aspek operasional dan pelayanan di lapangan.
Hasan Nasbi menyampaikan bahwa pelayanan di SPBU berjalan dengan baik, termasuk penyaluran BBM subsidi yang dinilai tepat sasaran.
“Secara umum pelayanan sudah berjalan baik, tidak ada antrean dan distribusi BBM berlangsung lancar. Beberapa aspek teknis dan operasional tetap menjadi perhatian untuk terus ditingkatkan,” ujarnya.
Pada kunjungan ke agen LPG non-subsidi, Hasan memastikan tidak terdapat kendala pasokan. Ketahanan stok LPG dinilai mencukupi dan distribusi berjalan normal.
“Pasokan LPG tersedia dengan baik dan didukung sistem suplai yang terjaga. Kami optimistis kebutuhan energi masyarakat dapat terus terpenuhi,” tambahnya.
Sementara itu, Nanik S. Deyang mengapresiasi kondisi distribusi energi yang berjalan kondusif serta keberhasilan program BBM Satu Harga dalam menjaga akses energi bagi masyarakat di wilayah timur Indonesia.
“Program BBM Satu Harga memberikan manfaat besar bagi masyarakat Papua. Ketersediaan energi yang terjaga memberikan rasa aman dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat,” katanya.
Nanik juga menyoroti tingginya ketahanan stok BBM di Sorong yang mencapai sekitar 20 hari, lebih tinggi dibandingkan rata-rata ketahanan stok di sejumlah wilayah lain. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi indikator kesiapan Pertamina dalam menjaga keandalan pasokan energi di Papua Barat Daya.
Pertamina terus berkomitmen menjaga ketersediaan energi hingga wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) melalui penguatan infrastruktur, distribusi yang andal, serta implementasi program BBM Satu Harga guna mendukung pemerataan energi dan pembangunan nasional.