Berita

Sesi talkshow ‘Edukasi Deteksi Dini Kanker’ dalam rangka perayaan Milad keempat Prudential Syariah di Jakarta (Foto: Istimewa)

Kesehatan

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

SELASA, 21 APRIL 2026 | 07:27 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Menandai empat tahun kiprahnya di Indonesia, Prudential Syariah menggelar pertemuan eksklusif bersama Peserta Prestige. Tidak sekadar perayaan, kegiatan ini menjadi wadah edukasi penting terkait ancaman kanker serta urgensi mengubah kebiasaan menunda pengobatan di tengah masyarakat.

Kanker masih menjadi tantangan kesehatan serius di Indonesia. Data Kementerian Kesehatan tahun 2025 memproyeksikan lonjakan kasus hingga 70 persen pada 2050 apabila langkah preventif tidak diperkuat. 

Saat ini, terdapat sekitar 400.000 kasus baru setiap tahun, sehingga deteksi dini menjadi faktor krusial dalam meningkatkan peluang keselamatan pasien.


Dalam sesi edukasi, Dr. Tang Weng Heng dari Island Hospital menekankan bahwa kanker kerap berkembang tanpa gejala pada tahap awal.

“Kanker dapat berkembang dengan gejala minimal di tahap awal, sehingga pemeriksaan kesehatan rutin menjadi langkah sederhana namun penting untuk meningkatkan peluang deteksi dini,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta.

Salah satu hambatan utama dalam penanganan kanker di Indonesia bukan hanya keterbatasan fasilitas, tetapi juga perilaku masyarakat. Studi “Suara Pasien Indonesia” yang dilakukan Prudential menunjukkan bahwa 93 persen masyarakat mengaku sering menunda perawatan medis, dan 44 persen di antaranya melakukannya secara berulang.

Kebiasaan menunda ini tidak hanya memperburuk kondisi kesehatan pasien, tetapi juga berpotensi meningkatkan biaya pengobatan secara signifikan di masa mendatang.

Selama empat tahun terakhir, Prudential Syariah terus bertumbuh dan kini melindungi hampir 300.000 keluarga. Melalui layanan Prestige, perusahaan memberikan apresiasi berupa akses Medical Check-Up rutin guna mendorong budaya deteksi dini di kalangan peserta.

Chief Customer & Marketing Officer Prudential Syariah, Vivin Arbianti Gautama, menegaskan bahwa menjaga kesehatan tidak dapat ditunda.

“Momentum Milad ini kami maknai sebagai pengingat bahwa menjaga kesehatan tidak bisa ditunda serta pentingnya mempersiapkan perlindungan sejak dini. Di saat yang sama, kami ingin memastikan peserta merasakan manfaat nyata dari layanan yang kami hadirkan,” jelasnya.

Sebagai solusi konkret, produk PRUCritical Amanah menghadirkan perlindungan penyakit kritis sejak tahap awal, dengan santunan hingga 25 persen. Selain itu, peserta juga mendapatkan akses ke jaringan PRUPriority Hospitals yang mencakup lebih dari 1.700 rumah sakit guna memastikan penanganan yang cepat dan tepat.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya