Berita

Representative Image (Foto: AFP)

Dunia

Gempa 7,5 Magnitudo Guncang Jepang, Picu Peringatan Tsunami 3 Meter

SENIN, 20 APRIL 2026 | 16:57 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Gempa bumi berkekuatan 7,5 magnitudo mengguncang lepas pantai timur laut Jepang pada Senin, 20 April 2026. 

Guncangan kuat itu memicu peringatan tsunami dengan potensi gelombang mencapai 3 meter, sehingga otoritas meminta warga menjauhi wilayah pesisir.

Menurut laporan Reuters, gempa terjadi pada pukul 16.52 waktu setempat dengan pusat berada di Samudra Pasifik pada kedalaman 10 kilometer. 


Wilayah yang diperkirakan terdampak paling besar meliputi prefektur Iwate dan Aomori di Pulau Honshu, serta Pulau Hokkaido.

Dalam satu jam setelah gempa, gelombang tsunami setinggi sekitar 80 sentimeter telah terdeteksi, sementara peringatan untuk potensi gelombang lebih tinggi masih diberlakukan. 

Otoritas Jepang mengingatkan bahwa gelombang setinggi 3 meter berpotensi menyebabkan banjir dan kerusakan serius di wilayah dataran rendah.

Sejumlah kota pelabuhan seperti Otsuchi dan Kamaishi, yang sebelumnya terdampak bencana besar pada 2011, langsung mengeluarkan perintah evakuasi bagi ribuan warga. 

Layanan kereta cepat di Aomori juga dihentikan sementara akibat guncangan tersebut.

Perdana Menteri Sanae Takaichi menyatakan pemerintah telah membentuk satuan tugas darurat untuk menangani situasi ini. Ia juga meminta masyarakat di wilayah terdampak segera mencari tempat aman.

"Kemungkinan kerusakan dan korban jiwa sedang diselidiki," kata Takaichi kepada wartawan di Tokyo.

Badan Meteorologi Jepang (JMA) memperingatkan kemungkinan gempa susulan besar dalam beberapa hari hingga pekan ke depan. 

Dalam siaran televisi, peringatan “Tsunami! Evacuate!” terus ditampilkan, sementara kapal-kapal di pelabuhan Hachinohe bergerak menjauh ke laut untuk menghindari dampak gelombang.

Meski demikian, otoritas memastikan tidak ada pembangkit listrik tenaga nuklir yang sedang beroperasi di wilayah terdampak. 

Perusahaan utilitas setempat juga melaporkan tidak ada kelainan pada fasilitas nuklir yang saat ini tidak aktif.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya