Berita

Presiden Brasil Lula da Silva (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Dunia

Brasil Desak DK PBB Hentikan Kegilaan Perang Timur Tengah

SENIN, 20 APRIL 2026 | 14:39 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva mendesak Dewan Keamanan PBB untuk segera mengambil tindakan guna mengakhiri apa yang ia sebut sebagai "kegilaan perang” yang melanda dunia, khususnya di kawasan Timur Tengah.

Pernyataan itu disampaikan Lula saat menghadiri sebuah acara di Barcelona, Spanyol, seperti dikutip dari Middle East Monitor, Senin, 20 April 2026.

Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa konflik global saat ini sudah tidak dapat ditoleransi lebih lama lagi.


Lula secara khusus menyerukan kepada lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB, yakni Amerika Serikat, China, Rusia, Prancis, dan Inggris untuk menjalankan tanggung jawab mereka dalam menjaga perdamaian dunia.

“Penuhi kewajiban Anda untuk menjamin perdamaian di dunia, adakan pertemuan, dan akhiri kegilaan perang ini, karena dunia tidak dapat lagi menanggungnya," ujar Lula.

Lebih lanjut, Lula juga menyinggung inisiatif diplomatik pada 2010 yang melibatkan Brasil, India, dan Turki untuk membatasi program pengayaan uranium Iran. Menurutnya, upaya tersebut sempat membuka jalan bagi solusi damai.

“Ketika kami mempublikasikan perjanjian itu, saya membayangkan mereka akan memuji kami karena Iran tidak akan memperkaya uranium. Apa yang terjadi?” kata dia.

Namun, ia menyayangkan bahwa Uni Eropa dan Amerika Serikat saat itu menolak kesepakatan tersebut. Kini, lanjut Lula, narasi lama kembali diangkat terkait dugaan pengembangan senjata nuklir oleh Iran.

“Uni Eropa dan AS tidak menerima perjanjian tersebut, dan sekarang mereka kembali menyebarkan gagasan bahwa Iran sedang membangun bom atom," tegasnya, merujuk pada salah satu alasan yang digunakan Presiden AS Donald Trump dalam melancarkan perang terhadap Iran bersama Israel pada 28 Februari lalu.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Dilema Kelas Menengah dan Bawah di Dua Tahun Prabowo-Gibran

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:31

Lewat Surat Terbuka, Forum Guru Besar Indonesia Desak Gibran Mundur dari Wapres!

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:20

Prabowo Berbelasungkawa atas Wafatnya Jenderal TNI Purn Subagyo

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:17

Harga Emas Antam Ambruk, Termurah Dijual Rp1,33 Juta

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:13

Sempat Dirumorkan Meninggal, Kim Jong-un Muncul di Pameran Mode Korut

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:03

Muslim Arbi Apresiasi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Swasembada Beras Jadi Prestasi

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:59

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Rupiah Bergerak ke Rp18.023 per Dolar AS

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:49

Komisi II DPR Desak HGU Perusahaan Pembakar Hutan Dicabut

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:44

BEI Pastikan Saham HSC Tetap Diperdagangkan, Hanya Dicoret dari Hitungan IHSG

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:40

IHSG Dibuka Merah, Dua Menit Perdagangan Langsung Lompat 1,8 Persen

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:22

Selengkapnya