Berita

Menteri ESDM,Bahlil Lahadalia. (Foto: Setpres)

Politik

Mencekik Rakyat Lewat BBM, Bahlil Layak Diganti

MINGGU, 19 APRIL 2026 | 18:23 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Kebijakan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, yang resmi menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) memantik gelombang protes. Langkah ini dinilai sebagai "dosa baru" Bahlil yang hanya menambah beban rakyat dan mencoreng citra pemerintahan.

Direktur Eksekutif Survei dan Poling Indonesia (SPIN), Igor Dirgantara menilai, kebijakan kontroversial Bahlil kali ini sebenarnya bukan hal mengejutkan.

Ia mencatat, Bahlil memang kerap menelurkan aturan yang mencekik masyarakat, seperti pembatasan distribusi gas Elpiji 3 kilogram ke pengecer yang sempat bikin gaduh.


"Menteri itu kan seharusnya punya tugas membantu tugas Presiden, bukan malah sebaliknya," tegas Igor kepada Kantor Berita Politik dan Ekonomi RMOL, Minggu, 19 April 2026.

Rekam jejak Bahlil di sektor energi sudah lama "berasap". Ia menyinggung kasus tambang nikel di Raja Ampat, Papua Barat Daya, yang sempat menyeret nama Bahlil hingga berujung pada pembekuan Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT GAG Nikel.

Rentetan kontroversi ini, menurut Igor, sudah masuk kategori lampu merah. Jika dibiarkan, tindakan Bahlil berpotensi merusak reputasi Presiden Prabowo Subianto di mata rakyat.

"Bahlil layak diganti atau mungkin digeser ke tempat lain. Karena bukannya membantu Presiden, dia malah terus-terusan bikin blunder, baik lewat ucapan maupun tindakan," pungkas Igor.

BBM nonsubsidi Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite resmi mengalami kenaikan sejak 18 April 2026. Di pulau Jawa, harga Pertamax Turbo naik menjadi Rp19.400 per liter, melonjak dari sebelumnya yang dibanderol Rp13.100 per liter. Kemudian Pertamina Dex naik menjadi Rp23.900, dari sebelumnya yang dijual Rp14.500 per liter.

Kenaikan BBM nonsubsidi ini mengacu pada Keputusan Menteri ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Prabowo Bikin Lomba Kota Terbersih, Lima Terbaik Dapat Rp20 Miliar

Kamis, 30 Juli 2026 | 18:26

Oknum Brimob di KPK Diduga Bocorkan Dokumen Perkara, Dipakai Peras Bupati Pemalang

Kamis, 30 Juli 2026 | 18:18

ST Burhanuddin Mutasi 176 Jaksa, 90 Kajari Bergeser

Kamis, 30 Juli 2026 | 18:17

Prabowo Wanti-wanti Konflik Timteng Bisa Meluas dan Semakin Memburuk

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:51

Deddy Sitorus Bantah Hina Wartawan dan Tantang Balik KWP

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:35

Lokataru: Kopdes Merah Putih Rawan Dimobilisasi Jadi Mesin Politik Bawah Tanah

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:26

Prabowo Tertarik Belajar Cara India Bangun 3 Juta Rumah dalam Setahun

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:21

Terima Aspirasi Guru TK, DPR Siap Agendakan Penguatan PAUD

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:19

MK: Anggaran MBG Tak Boleh Lagi Masuk Pos Pendidikan

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:12

Pembahasan RUU HAM, Perlindungan Harus Menyesuaikan Perkembangan Zaman

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:12

Selengkapnya