Berita

Ketua Umum Gerakan Pemuda Kabah (GPK) Imam Fauzan A. Uskara. (Foto: Istimewa)

Politik

Ketua GPK: Isu Pemecatan Massal PPP Menyesatkan

MINGGU, 19 APRIL 2026 | 14:57 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Tudingan adanya pemecatan massal terhadap ratusan pengurus DPW dan DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dibantah.

Bantahan itu disampaikan Ketua Umum Gerakan Pemuda Kabah (GPK) Imam Fauzan A. Uskara, menanggapi pernyataan Sekretaris Jenderal Gerakan Pemuda Kabah (GPK) Thobahul Aftoni.

Fauzan menilai pernyataan yang disampaikan Toni merupakan narasi provokatif yang berpotensi memperkeruh suasana internal partai di tengah sedang berjalannya agenda konsolidasi.


“Apa yang disampaikan saudara Toni adalah narasi provokatif. Pernyataan tersebut sama sekali tidak mewakili sikap GPK yang selama ini konsisten mendukung kepengurusan partai yang sah sesuai keputusan pemerintah,” kata Fauzan kepada wartawan, Minggu 19 April 2026.

Fauzan menekankan bahwa tidak pernah ada kebijakan pemecatan massal seperti yang dituduhkan. 

Menurutnya, langkah yang dilakukan DPP PPP semata-mata merupakan bagian dari penataan organisasi yang sesuai dengan mekanisme dan konstitusi partai.

Fauzan menjelaskan, penunjukan pelaksana tugas (Plt) di sejumlah daerah dilakukan karena kepengurusan sebelumnya tidak menjalankan kewajiban organisasi, seperti tidak melaksanakan musyawarah wilayah di tingkat provinsi sebagaimana diamanatkan dalam aturan partai.

Sementara itu, untuk tingkat Dewan Pimpinan Cabang (DPC), pergantian status kepengurusan lebih disebabkan oleh habisnya masa berlaku Surat Keputusan (SK), bukan karena pemecatan.

“Banyak kepengurusan yang masa berlaku SK-nya telah habis, sehingga diperpanjang dengan komposisi yang sama. Jadi bukan diberhentikan, melainkan diperpanjang masa tugasnya agar roda organisasi tetap berjalan,” jelasnya.

Fauzan mencontohkan, di Jawa Timur terdapat 26 DPC dari total 38 DPC yang masa berlaku SK-nya habis dan kemudian diperpanjang dengan nama-nama yang sama seperti sebelumnya.

Dia pun mengajak seluruh kader untuk menahan diri dan tidak memperkeruh suasana dengan narasi yang dapat memecah belah soliditas partai.

“Saat ini yang jauh lebih penting adalah fokus pada persiapan verifikasi Pemilu 2029 dan memperkuat konsolidasi hingga ke tingkat akar rumput,” demikian Fauzan.

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Jokowi Sumber Masalah Bangsa

Minggu, 08 November 2026 | 08:43

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

UPDATE

Komisi III DPR Dukung Kejagung Bongkar Tuntas Mafia Nikel di Sultra

Senin, 09 November 2026 | 00:30

Menanti Hoegeng di Zaman Now

Senin, 09 November 2026 | 00:06

Ratusan Ojol dan Sahabat Disabilitas Peroleh Santunan Jelang HUT ke-15 Nasdem

Minggu, 08 November 2026 | 23:41

Surya Paloh Ingatkan Ego Partai Tak Boleh Kalahkan Kepentingan Nasional

Minggu, 08 November 2026 | 23:37

Jimly Minta 8 Partai di Parlemen Segera Bermusyawarah soal Gibran

Minggu, 08 November 2026 | 23:25

UI dan Peradi Profesional Perkuat Kolaborasi Lewat Networking Golf Tournament 2026

Minggu, 08 November 2026 | 20:55

Mutu Audit jadi Penentu Kepercayaan Publik terhadap Korporasi

Minggu, 08 November 2026 | 20:00

Desak Tito Mundur, Faizal Assegaf: Dia Lingkar Inti Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 19:45

Ubedilah Badrun: Patron Jenderal Listyo Sigit Bertahun-tahun adalah Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 19:38

Prabowo Kumpulkan 10 Mantan Kapolri di Hambalang, Ada Da'i Bachtiar hingga Tito Karnavian

Minggu, 08 November 2026 | 18:48

Selengkapnya