Berita

Presiden Prancis Emmanuel Macron (Foto: BBC)

Dunia

Tentara Perdamaian Prancis Tewas di Lebanon, Diduga Ulah Hizbullah

MINGGU, 19 APRIL 2026 | 10:17 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Seorang tentara penjaga perdamaian Prancis yang tergabung dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) tewas dalam serangan bersenjata di Lebanon selatan pada Sabtu, 18 April 2026. 

Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan bahwa indikasi kuat mengarah pada keterlibatan kelompok Hizbullah dalam serangan tersebut. 

“Semua indikasi menunjukkan bahwa tanggung jawab atas serangan ini terletak pada Hizbullah,” tulis Macron, seperti dikutip dari AFP, Minggu, 19 April 2026. 


Serangan terjadi di dekat desa Ghandouriyeh ketika patroli UNIFIL tengah menjalankan misi pembersihan bahan peledak dan membuka akses menuju pos yang sempat terisolasi akibat konflik. 

Dilaporkan satu prajurit tewas sementara tiga lainnya mengalami luka, dua di antaranya dalam kondisi serius.

Korban tewas diidentifikasi sebagai Sersan Mayor Florian Montorio dari Resimen Insinyur Parasut ke-17. 

Macron menyampaikan duka mendalam atas pengabdian prajurit tersebut. 

“Bangsa ini memberikan penghormatan dan menyampaikan dukungan kepada keluarga para prajurit kita dan kepada seluruh personel militer kita yang terlibat dalam upaya perdamaian di Lebanon,” ujarnya.

Di sisi lain, Hizbullah membantah keras tuduhan tersebut. Kelompok yang didukung Iran itu meminta semua pihak tidak tergesa-gesa dalam menyimpulkan sebelum investigasi resmi dilakukan oleh militer Lebanon. 

Hizbullah juga menyinggung adanya kecenderungan tudingan sepihak yang kerap muncul dalam setiap insiden di wilayah konflik.

Peristiwa ini terjadi hanya beberapa hari setelah gencatan senjata 10 hari antara Israel dan Hizbullah mulai berlaku.

Namun di lapangan, ketegangan tetap tinggi dengan sejumlah insiden pelanggaran yang dilaporkan, termasuk operasi militer Israel di wilayah selatan Lebanon.

Pemerintah Lebanon telah membuka penyelidikan untuk mengungkap pelaku penyerangan. 

Macron juga diketahui telah berkomunikasi dengan Presiden Lebanon Joseph Aoun dan Perdana Menteri Nawaf Salam guna memastikan kasus ini diusut tuntas serta menjamin keamanan pasukan UNIFIL yang bertugas menjaga stabilitas kawasan.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Dilema Kelas Menengah dan Bawah di Dua Tahun Prabowo-Gibran

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:31

Lewat Surat Terbuka, Forum Guru Besar Indonesia Desak Gibran Mundur dari Wapres!

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:20

Prabowo Berbelasungkawa atas Wafatnya Jenderal TNI Purn Subagyo

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:17

Harga Emas Antam Ambruk, Termurah Dijual Rp1,33 Juta

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:13

Sempat Dirumorkan Meninggal, Kim Jong-un Muncul di Pameran Mode Korut

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:03

Muslim Arbi Apresiasi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Swasembada Beras Jadi Prestasi

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:59

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Rupiah Bergerak ke Rp18.023 per Dolar AS

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:49

Komisi II DPR Desak HGU Perusahaan Pembakar Hutan Dicabut

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:44

BEI Pastikan Saham HSC Tetap Diperdagangkan, Hanya Dicoret dari Hitungan IHSG

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:40

IHSG Dibuka Merah, Dua Menit Perdagangan Langsung Lompat 1,8 Persen

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:22

Selengkapnya