Berita

Momen saat Presiden AS Donald Trump bergabung dengan sekelompok pastor dalam doa bersama di Ruang Oval Gedung Putih, seperti terlihat dalam video yang dirilis pada Kamis, 5 Maret 2026 (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube Reuters)

Global

Perang AS-Iran Picu Tekanan Ekonomi, Posisi Trump Tergerus

SABTU, 18 APRIL 2026 | 13:17 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Perang yang berlangsung sekitar tujuh minggu antara Amerika Serikat (AS) dan Iran belum mampu mencapai tujuan utama Presiden AS Donald Trump, yakni menekan penuh pemerintahan di Teheran.

Alih-alih menunjukkan dominasi, konflik terbuka ini justru membuka titik lemah Amerika Serikat, terutama dari sisi tekanan ekonomi domestik yang kian membesar.

Meski Iran telah membuka kembali Selat Hormuz, dampak perang telanjur meluas. Harga energi melonjak, inflasi meningkat, dan kekhawatiran terhadap resesi global mulai mencuat. Situasi ini mendorong Trump untuk mulai menggeser pendekatannya dari jalur militer ke diplomasi, seiring tekanan ekonomi dalam negeri yang semakin sulit diabaikan.


Sejumlah pengamat menilai Iran berhasil memanfaatkan kondisi tersebut untuk menekan balik AS. Brett Bruen, mantan penasihat kebijakan luar negeri di era Barack Obama, menyebut tekanan ekonomi sebagai titik lemah utama Trump.

“Trump merasakan tekanan ekonomi, dan itu adalah titik lemahnya dalam perang ini,” ujarnya, dikutip dari Reuters, Sabtu, 18 April 2026.

Kekhawatiran juga datang dari kalangan analis kebijakan luar negeri. Gregory Poling dari Center for Strategic and International Studies menilai konflik ini mencerminkan ketidakpastian dalam pengambilan keputusan pemerintah AS.

“Perang ini menunjukkan pemerintah bisa bertindak tidak terduga tanpa banyak mempertimbangkan konsekuensi,” katanya.

Dari dalam negeri, tekanan politik terhadap Trump juga semakin menguat. Chuck Coughlin melihat adanya penolakan yang mulai meluas, bahkan dari basis pendukungnya sendiri.

“Sebagian masyarakat, termasuk pendukungnya, mulai menentang kebijakan ini. Dan pada akhirnya, ada harga yang harus dibayar,” ujarnya.

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Jokowi Sumber Masalah Bangsa

Minggu, 08 November 2026 | 08:43

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

UPDATE

Komisi III DPR Dukung Kejagung Bongkar Tuntas Mafia Nikel di Sultra

Senin, 09 November 2026 | 00:30

Menanti Hoegeng di Zaman Now

Senin, 09 November 2026 | 00:06

Ratusan Ojol dan Sahabat Disabilitas Peroleh Santunan Jelang HUT ke-15 Nasdem

Minggu, 08 November 2026 | 23:41

Surya Paloh Ingatkan Ego Partai Tak Boleh Kalahkan Kepentingan Nasional

Minggu, 08 November 2026 | 23:37

Jimly Minta 8 Partai di Parlemen Segera Bermusyawarah soal Gibran

Minggu, 08 November 2026 | 23:25

UI dan Peradi Profesional Perkuat Kolaborasi Lewat Networking Golf Tournament 2026

Minggu, 08 November 2026 | 20:55

Mutu Audit jadi Penentu Kepercayaan Publik terhadap Korporasi

Minggu, 08 November 2026 | 20:00

Desak Tito Mundur, Faizal Assegaf: Dia Lingkar Inti Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 19:45

Ubedilah Badrun: Patron Jenderal Listyo Sigit Bertahun-tahun adalah Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 19:38

Prabowo Kumpulkan 10 Mantan Kapolri di Hambalang, Ada Da'i Bachtiar hingga Tito Karnavian

Minggu, 08 November 2026 | 18:48

Selengkapnya