Berita

Ilustrasi Siomay (Sumber: Gemini Generated image)

Nusantara

Waspada! Ini 3 Ciri Siomay Ikan Sapu-Sapu yang Berbahaya

JUMAT, 17 APRIL 2026 | 17:43 WIB | OLEH: TIFANI

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggelar penangkapan massal ikan sapu-sapu di lima wilayah pada Jumat (17/4/2026). Dalam sehari, lebih dari 1 ton ikan berhasil diangkat dari sungai dan saluran air di berbagai wilayah Jakarta.

Langkah ini dilakukan karena populasi ikan sapu-sapu dinilai semakin tak terkendali dan berpotensi mengancam ekosistem perairan. Selain itu, ikan ini juga disebut berisiko membahayakan kesehatan manusia jika dikonsumsi.

Berdasarkan laporan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), kandungan residu dalam tubuh ikan sapu-sapu rata-rata berada di atas ambang batas aman, yakni lebih dari 0,3. Sayangnya, masih ditemukan oknum penjual nakal yang memanfaatkan ikan ini sebagai bahan baku siomay.


Berikut beberapa ciri-ciri siomay yang diduga menggunakan ikan sapu-sapu:

1. Warna

Daging ikan sapu-sapu cenderung berwarna kusam dan tidak segar, sehingga memengaruhi tampilan akhir siomay. Hal ini membuat siomay terlihat lebih gelap, bahkan cenderung keabu-abuan dibandingkan siomay pada umumnya. 

Warna yang tidak cerah ini biasanya menjadi tanda bahwa bahan baku yang digunakan bukan ikan berkualitas tinggi. Selain itu, tampilan siomay juga sering terlihat kurang menarik dan tidak menggugah selera. 

Sebaliknya, siomay berbahan ikan tenggiri memiliki warna putih bersih dan cerah karena dagingnya tebal serta masih segar.

2. Aroma

Siomay dari ikan sapu-sapu biasanya memiliki aroma amis yang cukup tajam dan menyengat saat disantap. Bau ini cenderung tidak hilang meskipun sudah melalui proses pengolahan dan pemberian bumbu. 

Aroma amis yang kuat bisa menjadi indikator bahwa ikan yang digunakan berasal dari lingkungan yang kurang bersih. Bahkan, dalam beberapa kasus, bau tersebut dapat mengganggu selera makan. 

Sementara itu, siomay berbahan ikan tenggiri umumnya memiliki aroma gurih yang khas dan tidak meninggalkan bau amis berlebihan.

3. Tekstur dan Rasa

Siomay yang terbuat dari ikan sapu-sapu memiliki tekstur yang lebih alot dan cenderung keras saat digigit. Kondisi ini membuat siomay terasa sulit dikunyah dan kurang nyaman saat dimakan. 

Selain itu, teksturnya tidak mudah hancur dan terasa berbeda dari siomay pada umumnya yang lembut. Dari segi rasa, siomay jenis ini juga cenderung tidak alami, bahkan bisa meninggalkan rasa pahit atau getir di lidah. 

Sebaliknya, siomay berbahan ikan berkualitas seperti tenggiri memiliki tekstur lembut, kenyal, serta rasa gurih yang lebih nikmat.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya