Ilustrasi Siomay (Sumber: Gemini Generated image)
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggelar penangkapan massal ikan sapu-sapu di lima wilayah pada Jumat (17/4/2026). Dalam sehari, lebih dari 1 ton ikan berhasil diangkat dari sungai dan saluran air di berbagai wilayah Jakarta.
Langkah ini dilakukan karena populasi ikan sapu-sapu dinilai semakin tak terkendali dan berpotensi mengancam ekosistem perairan. Selain itu, ikan ini juga disebut berisiko membahayakan kesehatan manusia jika dikonsumsi.
Berdasarkan laporan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), kandungan residu dalam tubuh ikan sapu-sapu rata-rata berada di atas ambang batas aman, yakni lebih dari 0,3. Sayangnya, masih ditemukan oknum penjual nakal yang memanfaatkan ikan ini sebagai bahan baku siomay.
Berikut beberapa ciri-ciri siomay yang diduga menggunakan ikan sapu-sapu:
1. Warna
Daging ikan sapu-sapu cenderung berwarna kusam dan tidak segar, sehingga memengaruhi tampilan akhir siomay. Hal ini membuat siomay terlihat lebih gelap, bahkan cenderung keabu-abuan dibandingkan siomay pada umumnya.
Warna yang tidak cerah ini biasanya menjadi tanda bahwa bahan baku yang digunakan bukan ikan berkualitas tinggi. Selain itu, tampilan siomay juga sering terlihat kurang menarik dan tidak menggugah selera.
Sebaliknya, siomay berbahan ikan tenggiri memiliki warna putih bersih dan cerah karena dagingnya tebal serta masih segar.
2. Aroma
Siomay dari ikan sapu-sapu biasanya memiliki aroma amis yang cukup tajam dan menyengat saat disantap. Bau ini cenderung tidak hilang meskipun sudah melalui proses pengolahan dan pemberian bumbu.
Aroma amis yang kuat bisa menjadi indikator bahwa ikan yang digunakan berasal dari lingkungan yang kurang bersih. Bahkan, dalam beberapa kasus, bau tersebut dapat mengganggu selera makan.
Sementara itu, siomay berbahan ikan tenggiri umumnya memiliki aroma gurih yang khas dan tidak meninggalkan bau amis berlebihan.
3. Tekstur dan Rasa
Siomay yang terbuat dari ikan sapu-sapu memiliki tekstur yang lebih alot dan cenderung keras saat digigit. Kondisi ini membuat siomay terasa sulit dikunyah dan kurang nyaman saat dimakan.
Selain itu, teksturnya tidak mudah hancur dan terasa berbeda dari siomay pada umumnya yang lembut. Dari segi rasa, siomay jenis ini juga cenderung tidak alami, bahkan bisa meninggalkan rasa pahit atau getir di lidah.
Sebaliknya, siomay berbahan ikan berkualitas seperti tenggiri memiliki tekstur lembut, kenyal, serta rasa gurih yang lebih nikmat.