Berita

Tim SAR Gabungan berhasil melaksanakan proses evakuasi pqra korban kecelakaan helikopter secara bertahap dan penuh kehati-hatian di wilayah Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat (Foto: Dok Istimewa)

Nusantara

Helikopter Matthew Air Nusantara Jatuh di Hutan Kalbar, Tak Ada Korban Selamat

JUMAT, 17 APRIL 2026 | 13:13 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Helikopter jenis EC 130 T2 dengan registrasi PK-CFX milik PT Matthew Air Nusantara dilaporkan jatuh di wilayah Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, pada Kamis, 16 April 2026. Seluruh penumpang dan awak pesawat dalam insiden tersebut dinyatakan meninggal dunia.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Lukman F. Laisa, menyampaikan bahwa tim SAR gabungan telah menemukan lokasi jatuhnya helikopter beserta seluruh korban.

“Tim SAR gabungan telah berhasil menemukan lokasi jatuhnya pesawat dan berdasarkan informasi di lapangan, seluruh penumpang dan awak pesawat dinyatakan meninggal dunia,” ujar Lukman dalam keterangan tertulis, Jumat, 17 April 2026.


Berdasarkan data manifest, helikopter tersebut diawaki pilot Capt. Marindra Wibowo dan seorang teknisi, Harun Arasyid. Selain itu, terdapat enam penumpang, salah satunya warga negara Malaysia, Patrick K., serta Victor T., Charles L., Joko C., Fauzie O., dan Sugito.

Helikopter diketahui terbang dari Helipad PT Cipta Mahkota menuju Helipad PT Graha Agro Nusantara 1. Pesawat lepas landas pada pukul 07.37 WIB.

Sekitar satu jam kemudian, tepatnya pukul 08.39 WIB, helikopter terdeteksi mengirimkan sinyal darurat dari wilayah hutan Kalimantan Barat. Pada pukul 09.15 WIB, pesawat dinyatakan hilang kontak.

Menindaklanjuti hal tersebut, AirNav Indonesia menerbitkan notifikasi darurat (DETRESFA) pada pukul 10.43 WIB sesuai prosedur yang berlaku.

Saat ini, jenazah para korban telah dievakuasi dan disemayamkan sementara di Markas Yonif 642/Kapuas Sanggau sebagai titik transit sebelum dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk proses lebih lanjut.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya