Berita

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Politik

RI Kantongi Pasokan Minyak Mentah Rusia, LPG Menyusul

KAMIS, 16 APRIL 2026 | 19:59 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Upaya pemerintah mendiversifikasi sumber energi mulai membuahkan hasil. 

Rusia menyatakan kesiapan memasok minyak mentah ke Indonesia, sementara kerja sama LPG masih dalam tahap penjajakan intensif.

Kabar menggembirakan tersebut diungkap oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 16 April 2026. 


Dikatakan Bahlil, kesepakatan pembelian minyak mentah dari Rusia merupakan tindak lanjut dari pertemuan Presiden Prabowo dan Presiden Vladimir Putin Senin lalu, 13 April 2026. 

"Kabarnya alhamdulillah cukup menggembirakan, bahwa kita akan mendapat pasokan, crude dari Rusia, dan juga dari pihak Rusia akan siap membangun beberapa infrastruktur yang penting, dalam rangka meningkatkan cadangan dan ketahanan energi nasional kita,” jelas Bahlil.

Menurut Bahlil, kerja sama ini tidak bersifat jangka pendek semata, melainkan dirancang sebagai kemitraan strategis berkelanjutan di sektor energi. 

Ia memaparkan, kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) nasional saat ini mencapai sekitar 1,6 juta barel per hari, sementara kapasitas produksi domestik (lifting) masih berada di kisaran 600-610 ribu barel per hari, sehingga ketergantungan impor masih cukup besar.

“Kita masih impor kurang lebih sekitar 1 juta barel per day. Di tengah kondisi global yang seperti ini, kita harus mampu mencari cadangan-cadangan minyak dari berbagai sumber. Tidak hanya di satu negara, tapi di hampir semua negara,” ungkapnya.

Dalam rangka menjaga stabilitas pasokan energi dalam jangka pendek, pemerintah memastikan ketersediaan minyak mentah hingga akhir tahun 2026 telah berada dalam kondisi aman. 

Kebijakan ini merupakan implementasi langsung dari arahan Presiden untuk meredam potensi gejolak energi di tengah dinamika geopolitik global yang tidak menentu.

"Untuk crude satu tahun dari mulai bulan ini sampai dengan bulan Desember, insyaallah sudah aman. Jadi kita nggak perlu risau, tinggal kita meningkatkan produksi daripada kilang kita," jelas Bahlil.

Tak hanya berhenti pada minyak mentah, pemerintah juga membuka peluang kerja sama lanjutan dalam pemenuhan kebutuhan LPG nasional yang saat ini masih bergantung pada impor sekitar 7 juta ton per tahun. 

Meski demikian, Bahlil mengakui proses negosiasi untuk LPG masih memerlukan tahapan lanjutan sebelum mencapai kesepakatan final.

“Sekarang kita lakukan diversifikasi, dan insyaallah kita juga akan mendapat support. Tetapi yang ini masih butuh perjuangan, masih butuh komunikasi dua atau tiga tahap,” tambahnya. 

Menanggapi dinamika kerja sama energi global, termasuk dengan Amerika Serikat, Bahlil menegaskan bahwa pemerintah akan tetap berpijak pada kepentingan nasional sebagai prioritas utama dalam menentukan sumber pasokan energi.

“Saya katakan bahwa kebutuhan crude kita setiap tahun itu kurang lebih sekitar 300 juta barel. Jadi semuanya kita ambil, mana yang menguntungkan untuk negara kita, harus kita lakukan,” pungkasnya.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Penumpang Kereta Bandara Tembus 6,2 Juta Pelanggan Hingga Mei 2026

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:20

Fantastis! Harta Menteri dari PAN Trenggono Melejit Setengah Triliun dalam Setahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:15

Prabowo Dorong WNI Masuk Pasar Kerja Teknologi Jerman

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:11

Warna-warni Kendaraan Hias Meriahkan Perayaan 1 Muharam

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:10

Oktasari: Kritik Boleh, Tapi Jangan Abaikan Kerja Pemerintah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:46

Prabowo Sampaikan Ucapan Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Belum Lapor LHKPN 2025, Mendes Yandri Punya Harta Rp20,95 Miliar Saat Awal Menjabat

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Israel Masih Tak Terima Rencana Damai Iran-AS

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:12

Kekayaan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan Naik 83 Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:52

Universitas Binawan Buka Akses Penyetaraan Kualifikasi Nakes Indonesia di Uni Eropa

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:44

Selengkapnya