Ketua PMI Jakarta Timur, H.R. Krisdianto. (Foto: RMOL)
Musyawarah Kota (Musko) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jakarta Timur yang digelar pada Kamis, 16 April 2026, menjadi momentum penting dalam menentukan arah kepemimpinan organisasi lima tahun ke depan.
Ketua PMI Jakarta Timur, H.R. Krisdianto, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Musko tidak hanya menjadi forum pertanggungjawaban kinerja, tetapi juga wadah untuk merumuskan gagasan strategis ke depan.
“Selain menyampaikan pertanggungjawaban, Musko juga mendengarkan pokok-pokok gagasan untuk ke depannya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, salah satu tugas utama Musko adalah menetapkan Ketua Umum PMI Jakarta Timur periode 2026-2031. Untuk itu, pihaknya berharap arahan dari pengurus pusat maupun Pemerintah Kota Jakarta Timur.
“Kami mohon pengurus pusat dan wali kota memberikan arahan,” katanya.
Krisdianto juga mengungkapkan rasa syukur atas berbagai capaian selama masa kepemimpinannya lima tahun terakhir. Menurutnya, kinerja PMI Jakarta Timur dapat terwujud berkat dukungan berbagai pihak.
“Pengurus mengucapkan syukur atas pencapaian selama bertugas lima tahun. Capaian kinerja dapat terwujud berkat dukungan semua pihak,” tuturnya.
Terkait regenerasi kepemimpinan, ia menekankan pentingnya figur ketua yang memiliki waktu dan konsentrasi penuh dalam menjalankan organisasi.
“Ketua nanti harus punya waktu lebih dan konsentrasi. Saya berpikir keras jangan sampai beli kucing dalam karung,” tegasnya.
Dalam forum tersebut, Krisdianto juga menyatakan tidak akan melanjutkan pencalonan sebagai ketua umum. Ia memberikan ruang bagi sosok yang dinilai telah dikenal dan memiliki kapasitas.
“Maka hadir Bambang Aldryan Pangestu, figur ini sudah kita kenal. Dengan ini saya tidak melanjutkan untuk tidak jadi ketua umum dan mengundurkan diri dari proses kembali pencalonan. Tapi bukan berarti Musko ini selesai,” ungkapnya.
Ia pun memberikan jalan bagi penerusnya, yakni Bambang Pangestu, untuk melanjutkan kepemimpinan PMI Jakarta Timur.
Sementara itu, Ketua Pengurus Provinsi PMI DKI Jakarta masa bakti 2025-2030, Beky Mardani, menegaskan bahwa Musko merupakan amanat dari Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi.
“Musko adalah amanat dari AD/ART. PMI harus bisa melaksanakan organisasi dengan baik, dan hari ini kembali ditunjukkan,” katanya.
Di sisi lain, Wakil Wali Kota Jakarta Timur, Kusmanto, dalam arahannya mengapresiasi kinerja PMI Jakarta Timur yang dinilai memiliki integritas tinggi dan responsif terhadap berbagai situasi kebencanaan.
“PMI di Jaktim punya integritas yang baik dan responsif terhadap kebencanaan. Hubungan dengan stakeholder berjalan baik, mendukung pemerintah dan sosial kemasyarakatan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti keberhasilan PMI dalam menghimpun dana kemanusiaan yang hasilnya dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Menghimpun galangan dana hasilnya selalu baik dan dirasakan masyarakat,” tambahnya.
Mengakhiri sambutannya, Kusmanto secara resmi membuka Musko PMI Jakarta Timur.
“Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, Musko PMI Jaktim saya buka,” pungkasnya.