Berita

Ilustrasi Ancol (Foto: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Rugi Ancol Membengkak, Posisi Kas Justru Melompat

KAMIS, 16 APRIL 2026 | 09:25 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) mengawali tahun 2026 dengan tantangan besar. 

Emiten pariwisata milik Pemprov DKI Jakarta ini mencatatkan kenaikan rugi bersih yang signifikan sepanjang tiga bulan pertama tahun ini akibat jepitan penurunan omzet dan kenaikan beban.

Berdasarkan laporan keuangan di keterbukaan informasi yang dikutip Kamis 16 April 2026, PJAA menderita rugi bersih sebesar Rp38,81 miliar per 31 Maret 2026. Angka ini melonjak tajam 247,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (kuartal I-2025) yang mencatat rugi Rp11,17 miliar.


Penyebab utama pembengkakan rugi ini adalah penurunan pendapatan usaha sebesar 1,5 persen menjadi Rp207,58 miliar. 

Penurunan ini dipicu oleh lesunya penjualan tiket wahana dan pintu gerbang yang merosot 7,87 persen menjadi Rp126,13 miliar. 

Di saat pendapatan menyusut, beban pokok justru membengkak 10,7 persen dan beban usaha melesat 24,6 persen, sehingga perusahaan harus menanggung rugi usaha sebesar Rp14,39 miliar.

Kondisi ini membuat rugi sebelum pajak perusahaan meroket 437,4 persen menjadi Rp36,77 miliar. 

Setelah dikurangi beban pajak penghasilan sebesar Rp1,66 miliar, total rugi bersih yang diatribusikan kepada entitas induk mencapai Rp38,81 miliar.

Melihat dari sisi neraca, total aset Jaya Ancol mengalami penurunan tipis 2,9 persen menjadi Rp3,53 triliun. Penurunan ini sejalan dengan nilai ekuitas yang terkikis 2,1 persen menjadi Rp1,82 triliun.

Meski demikian, terdapat kabar positif dari pengelolaan liabilitas dan likuiditas. PJAA berhasil menekan total utang atau liabilitas sebesar 3,9 persen menjadi Rp1,7 triliun. 

Selain itu, posisi kas dan setara kas perusahaan justru melonjak signifikan sebesar 43,1 persen ke angka Rp398,55 miliar, memberikan bantalan likuiditas yang lebih kuat bagi perusahaan di tengah tekanan kinerja operasional.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya