Berita

Deputi Bidang Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu. (Foto: RMOL/Jamaludin)

Hukum

Disinggung Faizal Assegaf, Asep Guntur Pastikan Bagong Mogok Murni Kegiatan Sosial

RABU, 15 APRIL 2026 | 16:47 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Deputi Bidang Penindakan dan Eksekusi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Irjen Asep Guntur Rahayu, merespons upaya aktivis Faizal Assegaf menyeret komunitas sosial yang didirikannya, Bagong Mogok.

Asep mengatakan, Bagong Mogok adalah organisasi nirlaba yang tidak memiliki keterkaitan apa pun dengan perkara hukum yang tengah disidik. Ia bahkan menantang pihak-pihak yang meragukan untuk mengecek langsung aktivitas komunitas itu di lapangan.

"Ini organisasi nirlaba yang bergerak dalam kegiatan sosial dan saya tidak menjabat sebagai pengurus dalam komunitas tersebut,” kata Asep kepada wartawan, Rabu 15 April 2026.


Asep menjelaskan, komunitas itu telah berdiri sejak 2015 dan fokus pada kegiatan kemanusiaan, mulai dari membantu korban bencana, pembangunan jembatan, hingga renovasi rumah tidak layak huni. Seluruh kegiatan dilakukan secara mandiri tanpa bergantung pada pihak tertentu.

"Dari siapa saja (anggarannya). Kadang kami urunan," tegas Asep.

Ia juga mengungkapkan, sejak 2018 komunitas tersebut memiliki Warung Bagong Mogok yang dijadikan sebagai sekretariat sekaligus tempat berkumpul para anggota. Namun, keuntungan dari usaha itu tidak menjadi sumber utama karena lebih sering digunakan kembali untuk kegiatan sosial.

"Kalau ada untungnya kami gunakan untuk giat sosial. Tapi kebanyakan nombok," ungkap Asep.

Asep tidak tinggal diam terhadap tudingan yang menyeret komunitasnya. Ia justru mempersilakan publik untuk membuktikan langsung aktivitas Bagong Mogok di Cianjur.

"Bagi yang tertarik, silakan di cari informasinya baik di media sosial maupun datang langsung ke Cianjur untuk bersama-sama membantu saudara kita yang membutuhkan melalui kegiatan sosial bersama Komunitas Sosial Bagong Mogok," pungkasnya.

Sebelumnya, nama komunitas Bagong Mogok disinggung oleh saksi kasus korupsi di Direktorat Bea dan Cukai (DJBC), Faizal Assegaf, saat mendatangi Polda Metro Jaya.

Kedatangan Faizal untuk melaporkan Jurubicara KPK, Budi Prasetyo, yang dituding menyebarkan informasi tidak benar.

"Bahkan penyidik KPK, Asep juga punya organisasi massa Bagong. Ikut mendirikan organisasi massa, terlibat dalam aktivitas sosial," kata Faizal kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Selasa 14 April 2026.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

Fakta Sidang Blueray Cargo: Kode BC1 Mengarah ke Djaka Budi Utama

Senin, 15 Juni 2026 | 18:15

Anak Buah Bahlil Irit Bicara Usai 7 Jam Diperiksa KPK

Senin, 15 Juni 2026 | 18:08

KPU Patok Anggaran Rp4,6 Triliun di Tahapan Awal Pemilu 2029

Senin, 15 Juni 2026 | 17:59

IHSG-Rupiah Menguat Sore Ini Usai AS-Iran Sepakat Damai

Senin, 15 Juni 2026 | 17:47

Demo Mahasiswa Ucapkan Selamat Atas Kegagalan Prabowo-Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 17:46

Wapres Gibran Terima Perwakilan Mahasiswa di Tengah Unjuk Rasa

Senin, 15 Juni 2026 | 17:23

Sifra Kejar Cita-cita di Sekolah Rakyat Demi Bantu Orang Tua Disabilitas

Senin, 15 Juni 2026 | 17:19

Demi Kepercayaan Masyarakat, Mahasiswa UBK Desak MBG Dihentikan

Senin, 15 Juni 2026 | 17:06

Komisi II DPR: KPU dan Bawaslu akan Tetap Eksis di 2027

Senin, 15 Juni 2026 | 16:47

DPR Minta Kejagung Tingkatkan Anggaran Perkara untuk Kejati dan Kejari

Senin, 15 Juni 2026 | 16:47

Selengkapnya