Berita

Mantan Anggota Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman. (Foto: Dok. RMOL)

Publika

Menunggu Anwar Usman Bicara Putusan MK Nomor 90/2023

RABU, 15 APRIL 2026 | 15:02 WIB

PASCA pensiun sebagai hakim Mahkamah Konstitusi (MK), Anwar Usman baru mau berbicara panjang di hadapan wartawan. 

Posisinya saat ini sama seperti Arief Hidayat, yang juga belum lama pensiun sebagai Hakim MK.

Apakah Anwar Usman akan seperti Arief Hidayat berkeliling podcast untuk membersihkan namanya, terutama terkait putusan MK Nomor 90/2023, yang sedang dikotori Arief Hidayat?


Ataukah, Anwar Usman justru membuat podcast sendiri seperti ditanyakan wartawan, menangkal serangan Arief Hidayat dan publik yang selalu mempersoalkan putusan MK Nomor 90/2023 itu?

Anwar Usman mengajak orang untuk move on dari putusan MK Nomor 90/2023 itu. Baginya, putusan itu bukan untuk Gibran, melainkan seluruh pemuda di Indonesia. Berbeda dengan Arief Hidayat.

Arief Hidayat justru menganggap bahwa putusan MK Nomor 90/2023 itulah tonggak kemunduran Indonesia. 

Ia merasa bersalah dengan putusan itu. Harusnya putusan seperti itu tidak pernah ada.

Anwar Usman mengaku hanya beberapa kali saja bertemu Gibran Rakabuming Eaka, setelah ia menjadi Wapres. Artinya, ia ingin meyakinkan publik bahwa tak ada apa-apa. Bahwa ia adalah paman, itu tidak bisa dibantah.

Anwar Usman memang dipecat sebagai Ketua MK akibat dari putusan MK Nomor 90/2023 itu. Tapi ia sudah mem-PTUN-kan pemecatan itu dan nama baiknya sudah dikembalikan lewat putusan itu.

Tidak ada bukti Presiden Jokowi cawe-cawe dalam putusan MK Nomor 90/2023 itu, apalagi pemberian uang seperti rumor yang beredar. 

Malah, Anwar Usman mengatakan bahwa pemecatan dirinya hanyalah berdasarkan asumsi saja, bukan fakta.

Itu dikatakan Anwar Usman dikutip dari pernyataan Jimly Asshiddiqie sendiri yang menjadi salah satu hakim MKMK yang menyidangkan Anwar Usman. 

Padahal, pemecatan sebagai ketua, bukan anggota MK sekalian, dianggap win-win solutions ketika itu.

Tak terbayang, kalau tak ada pemecatan Anwar Usman ketika itu sebagai Ketua MK. Mustahil orang menerima begitu saja, putusan MK itu bukan untuk Gibran seorang, karena faktanya hanya Gibran yang bisa memakai putusan itu ketika itu. Itu fakta.

Menarik juga Anwar Usman dan Arief Hidayat, karena sudah bukan lagi hakim MK, membedah putusan MK Nomor 90/2023 dalam satu debat terbuka. 

Siapa kira-kira yang lebih banyak didukung? Putusan itu aib atau justru prestasi?

Daripada masing-masing berkeliling dari satu podcast ke podcast berikutnya, membenarkan posisi masing-masing, lebih baik dipertemukan saja dalam podcast dan dinilai secara terbuka. 

Siapa yang sebetulnya berpolitik di antara pensiunan hakim MK ini.


Erizal

Direktur ABC Riset & Consulting

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Siapa di Balik Penyadapan Presiden Prabowo?

Kamis, 05 November 2026 | 06:29

Mengendus Pasal Makar

Kamis, 05 November 2026 | 06:14

DPRD Dukung Roadshow Pramono Anung ke 44 Kecamatan

Kamis, 05 November 2026 | 06:04

Mengenal Listyo Sigit, Eks Kapolri yang Jadi Raja Oknum

Kamis, 05 November 2026 | 05:57

Penyadapan Presiden Prabowo Bukan Kasus Biasa

Kamis, 05 November 2026 | 05:43

BPOM Buka Suara soal Vape Mengandung Obat Bius Etomidat dan Ketamin

Kamis, 05 November 2026 | 05:10

Intelektualisme Pemuda Kunci Memperkuat Persatuan Bangsa

Kamis, 05 November 2026 | 04:44

Kasus Listyo Sigit Imbas Sistem UUD 2002 yang Memproduksi Kegaduhan

Kamis, 05 November 2026 | 04:26

PAM Jaya Raih Penghargaan Pembayar Pajak Terbesar di Jakpus

Kamis, 05 November 2026 | 04:22

MUI: Penyadapan Presiden Kategori Tajassus dan Berdosa

Kamis, 05 November 2026 | 04:08

Selengkapnya