Berita

Menteri Luar Negeri Gabon Marie-Edith Tassyla-Ye-Doumbeneny dan Menteri Luar Negeri Maroko Nasser Bourita (Foto: Tanza 7)

Dunia

Gabon Akui Otonomi Sahara Maroko Solusi Paling Serius dan Kredibel

RABU, 15 APRIL 2026 | 15:01 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Gabon kembali menegaskan dukungannya terhadap kedaulatan Maroko atas wilayah Sahara, sekaligus menyambut adopsi bersejarah Resolusi 2797 Dewan Keamanan PBB. 

Sikap itu disampaikan dalam pertemuan bilateral antara Menteri Luar Negeri Gabon Marie-Edith Tassyla-Ye-Doumbeneny dan Menteri Luar Negeri Maroko Nasser Bourita yang berlangsung di Rabat, Selasa, 14 April 2026.

Menlu Gabon menegaskan kembali posisi negaranya yang konsisten mendukung otonomi Sahara Maroko sebagai satu-satunya solusi yang realistis dan kredibel atas sengketa regional tersebut.


"Rencana otonomi yang diusulkan oleh Maroko sebagai satu-satunya dasar yang serius, kredibel, dan berkelanjutan untuk mencapai solusi politik atas sengketa mengenai Sahara," ungkapnya. 

Lebih lanjut, Menlu Gabon juga menyoroti langkah konkret negaranya melalui pembukaan Konsulat Jenderal Gabon di Laâyoune pada Januari 2020.

Ia menegaskan bahwa pembukaan perwakilan diplomatik tersebut memberikan bukti nyata tentang kemitraan yang kuat dan strategis yang menghubungkan kedua negara bersaudara di tingkat tertinggi, seiring meningkatnya pengakuan internasional terhadap posisi Maroko di kawasan tersebut.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Naming Rights Halte untuk Parpol Dinilai Politisasi Ruang Publik

Rabu, 15 April 2026 | 12:19

Iran Taksir Kerugian Akibat Serangan AS-Israel Capai Rp4.300 Triliun

Rabu, 15 April 2026 | 12:13

Prima Sebut Wacana PDIP Gaji Guru Rp5 Juta Ekspektasi Semu

Rabu, 15 April 2026 | 12:12

Kasus Pelecehan di FHUI Jadi Ujian Integritas Kampus

Rabu, 15 April 2026 | 12:06

Temui Dubes UEA, Waka MPR Pacu Investasi dan Transisi Energi

Rabu, 15 April 2026 | 11:52

IPC TPK Sukses Kelola 850 Ribu TEUs di Awal 2026

Rabu, 15 April 2026 | 11:41

Diduga Dianiaya Senior, Anggota Samapta Polda Kepri Tewas

Rabu, 15 April 2026 | 11:34

Auditor BPKP Ungkap Kerugian Pengadaan Chromebook Terjadi Selama 3 Tahun

Rabu, 15 April 2026 | 11:32

Soal Kasus Bea Cukai, Faizal Assegaf Ungkap Kronologi Hubungan dengan Rizal

Rabu, 15 April 2026 | 11:21

Zelensky Sindir AS Kehilangan Fokus ke Ukraina Akibat Perang Iran

Rabu, 15 April 2026 | 11:03

Selengkapnya