Berita

Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). (Foto: RMOL)

Politik

Tak Ada Mens Rea JK Singgung Agama

RABU, 15 APRIL 2026 | 14:32 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Wasekjen Partai Demokrat Jansen Sitindaon menilai pidato mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) yang dipersoalkan sejumlah pihak tidak bermuatan penyinggungan terhadap agama tertentu, melainkan penjelasan historis soal konflik berlatar belakang agama di Indonesia.

Jansen mengaku telah menonton secara utuh pidato JK dan menempatkannya dalam konteks sebagai tokoh yang terlibat langsung dalam proses perdamaian konflik Poso dan Ambon.

“Sebagai Kristen saya tidak melihat ada ucapan pak JK yang menyinggung,” ujarnya lewat akun X, Rabu, 15 April 2026.


Menurutnya, dalam pidato tersebut JK berbicara dari perspektif pelaku sejarah yang menyaksikan langsung bagaimana sentimen agama membuat konflik menjadi berkepanjangan dan memakan korban jiwa.

Ia menjelaskan, kedua pihak yang bertikai saat itu sama-sama meyakini sedang berjuang di jalan suci, sehingga rela mempertaruhkan nyawa.

“Kalau di Islam ada ‘mati syahid’, kalau di kita Kristen mungkin lebih kurang disebut ‘mati sebagai martir’. Itu yang mungkin dilihat pak JK di benak kedua kelompok saat itu,” jelasnya.

Jansen menilai gaya komunikasi JK lebih bersifat historis, bukan ceramah akademik tentang perbandingan ajaran agama. Karena itu, ia menegaskan tidak ada alasan bagi umat Kristen untuk tersinggung.

Ia juga menekankan bahwa konflik Ambon dan Poso adalah fakta sejarah yang tidak bisa dibantah, di mana kedua pihak membawa identitas agama ke dalam pusaran konflik.

“Faktanya juga, yang mendamaikan konflik itu ya pak JK. Logikanya, kalau beliau mau menyerang agama tertentu, tidak mungkin dia dipercaya kedua belah pihak dan akhirnya bisa mendamaikan konflik tersebut,” katanya.

Jansen turut mengutip pernyataan JK yang menegaskan tidak ada ajaran agama, baik Islam maupun Kristen, yang membenarkan pembunuhan sebagai jalan menuju surga.

“Tunjukkan ke saya, agama Islam dan Kristen yang mengatakan membunuh orang tidak bersalah masuk surga? Di Islam tidak ada, di Kristen tidak ada,” kutipnya.

Ia menyebut pernyataan tersebut justru menjadi inti pesan JK, bahwa tidak ada pembenaran religius atas kekerasan.

Terkait laporan polisi yang muncul, Jansen menilai hal itu tidak perlu dilanjutkan karena tidak ditemukan unsur niat jahat atau mens rea dalam pidato tersebut.

“Inti keseluruhan pidato pak JK bukan tentang menyerang ajaran agama, dalam hal ini Kristen. Tapi tentang konflik yang tidak boleh lagi terulang,” pungkasnya.


Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Tak Perlu Takut dengan Ide Kewarganegaraan Ganda Prabowo

Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:26

Cara Mengubah Desil DTSEN Secara Online dan Offline, Lengkap dengan Langkahnya

Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:15

Tak Cuma Revisi, DPR Sepakat Regulasi Baru Migas

Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:14

GBNI Dukung Program Kerakyatan Prabowo

Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:37

B50 Perkuat Kemandirian Energi, Hemat Devisa, dan Dorong Transformasi Ekonomi

Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:34

Presiden Perintahkan Penanganan Darurat, Wamensos Terjun ke Lokasi Gempa NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:28

21 Kantong Parkir Disiapkan Saat Perayaan HUT ke-81 RI di Jakarta

Minggu, 16 Agustus 2026 | 08:31

MBG Harus Kembali ke Tujuan Awal Bukan Jadi Ladang Bisnis

Minggu, 16 Agustus 2026 | 08:21

Ruas Jalan di Jakarta Direkayasa Saat Perayaan HUT ke-81 RI

Minggu, 16 Agustus 2026 | 08:12

Besok! Ongkos Transjakarta, MRT, dan LRT Jakarta Cuma Rp8

Minggu, 16 Agustus 2026 | 07:30

Selengkapnya