Berita

Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Setpres)

Politik

Prabowo Harus Waspadai Ancaman Senyap dari Dalam Koalisi

RABU, 15 APRIL 2026 | 12:27 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Presiden Prabowo Subianto dinilai analis komunikasi politik Hendri Satrio menyadari adanya pihak-pihak yang menginginkan dirinya lengser sebelum masa jabatan berakhir.

Kesadaran itu, menurutnya, tercermin dari pernyataan-pernyataan publik Prabowo yang kerap mempersilakan pihak yang tidak puas untuk menunggu Pemilu 2029.

"Dia memahami bahwa ada keinginan sebagian kecil masyarakat yang ingin dia turun. Makanya dia beberapa kali bilang, 'kalau enggak suka sama saya, nanti 2029 kita tarung'," ujar Hensa, sapaan karib Hendri Satrio, Rabu, 15 April 2026.


Hensa justru mengingatkan bahwa ancaman paling nyata bagi Prabowo bukan datang dari kelompok oposisi di luar pemerintahan, melainkan dari dalam koalisi itu sendiri. Ia menggunakan analogi air tenang untuk menggambarkan situasi tersebut.

"Koalisinya terlalu tenang. Kelihatannya selalu 'hidup Prabowo, hidup Prabowo', tapi hati-hati, sekali ada hal yang tidak berjalan baik, mungkin mereka akan menyalip di tikungan," katanya.

Ia juga menanggapi spekulasi yang berkembang bahwa Gibran Rakabuming Raka berada di balik tekanan terhadap Prabowo. Hensa menyebut narasi itu tidak berdasar dan justru kontraproduktif.

"Kasihan Gibrannya juga. Akhirnya semua orang mikir, ini pasti yang mau Prabowo jatuh itu Gibran. Padahal Gibrannya juga masih santai-santai saja," ujarnya.

Founder Lembaga Survei KedaiKOPI itu menyebut program-program unggulan seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih sebagai titik rawan yang bisa melemahkan posisi Prabowo secara perlahan jika implementasinya bermasalah.

"Hal-hal yang terkait program flagship Prabowo, kalau akhirnya bermasalah di masyarakat, itu perlahan-lahan akan menyelesaikan Prabowo juga," pungkas Hensa.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kemendag: Wajib Halal Bukan Pelarangan Impor

Sabtu, 26 September 2026 | 06:30

Baznas dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:12

Instruksi Prabowo soal Kuliah Gratis PTN Harus Diprioritaskan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00

Serba ‘Tidak’ di Sidang Gibran

Sabtu, 26 September 2026 | 05:41

Cuma Tambah Dua Perunggu, Peringkat Indonesia Merosot

Sabtu, 26 September 2026 | 05:17

Jalur Sepeda Jangan cuma Jadi Pajangan

Sabtu, 26 September 2026 | 05:00

Benarkah Pengganti Gibran Sudah Ada?

Sabtu, 26 September 2026 | 04:29

Korlantas Polri Luncurkan Empat Inovasi Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 04:18

Jangan Istimewakan Oknum DPRD Diduga Bakar Lahan

Sabtu, 26 September 2026 | 04:00

Kepala BNPB Minta Maaf soal Karhutla: Klarifikasi Istilah 'Normal'

Sabtu, 26 September 2026 | 03:46

Selengkapnya