Berita

Ilustrasi dapur MBG. (Foto: Humas BGN)

Politik

Mahfud MD:

Program MBG Boleh untuk Pencitraan Asal Jangan Dikorupsi

RABU, 15 APRIL 2026 | 06:59 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak masalah jika dipergunakan sebagai pencitraan untuk Pemilu 2029.

Hal itu disampaikan mantan Menko Polhukam Mahfud MD dalam kanal YouTube pribadinya, dikutip Rabu, 15 April 2026.

“Memang haknya orang yang menang membuat program yang disenangi. ‘Wah itu (untuk) pencitraan’, setiap orang harus membuat pencitraan. Setiap presiden juga membuat pencitraannya sendiri, kan? Ada bantuan langsung tunai, dulu ada apa gitu, boleh saja. Asal jangan ada korupsinya,” tegas Mahfud.


Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu menilai bahwa program MBG sangat disenangi oleh rakyat dan layak untuk diteruskan. Hanya saja tata kelolanya harus diperbaiki.

“Kita dukung lah. Sekali lagi kita dukung. Ini program yang sangat disenangi orang. Orang susah makan, dapat makan, dan gitu. Dan saya datang ke desa-desa rakyatnya senang,” ungkapnya.

Kendati demikian, Mahfud mengakui bahwa program MBG juga banyak dinikmati para elite-elite politik yang mengeruk banyak keuntungan. 

Dengan begitu, ia meminta kepada seluruh bawahan presiden untuk tidak memberikan laporan-laporan tanpa data demi perbaikan program ini.

“Yang disampaikan ke presiden kan mesti bagus. Nah, yang muncul di masyarakat kita kan belum tahu itu, diselesaikan dengan apa yang kasus-kasus yang muncul itu. Kasus-kasus pemborosan yang luar biasa, kasus-kasus yang tidak rasional, katanya setiap hari menyembelih 19 ribu sapi, katanya sapinya nggak cukup. Yang begitu kan omong kosong yang harus diperiksa datanya,” pungkas Mahfud.


Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

PKS Minta Pemerintah Fokus Reformasi Kebencanaan, Bukan Merger Besar-Besaran

Kamis, 10 September 2026 | 10:25

Minyak Dunia Kembali Membara, Rupiah Tertekan ke Rp17.528 per Dolar AS

Kamis, 10 September 2026 | 10:10

Prabowo Bicara Masa Depan RI: 2050 Jadi Kekuatan Besar Dunia

Kamis, 10 September 2026 | 10:06

Usai Tiga Hari Ambruk, Harga Emas Antam Kembali Naik

Kamis, 10 September 2026 | 09:57

KPK Bidik Pemilik PT CMC dan Cara Dapat Proyek di Bengkulu

Kamis, 10 September 2026 | 09:39

Banding Kasus Penyiraman Air Keras, Imparsial: Status Tak Boleh Beri Jalur Hukum Khusus

Kamis, 10 September 2026 | 09:38

IHSG Dibuka Hijau, Investor Cermati Sentimen Global

Kamis, 10 September 2026 | 09:31

Mentan Amran Berduka, Tiga Petugas Pertanian Tewas Ditembak di Jayawijaya

Kamis, 10 September 2026 | 09:18

Prabowo Tekankan Pentingnya Persatuan dan Kerukunan dalam Demokrasi

Kamis, 10 September 2026 | 09:11

Bupati Lahat: Indonesia Terus Dukung Kemerdekaan Palestina

Kamis, 10 September 2026 | 09:04

Selengkapnya