Berita

Ilustrasi (Imagined by Babbe)

Bisnis

Ekonomi Dunia Tertekan! IMF Pangkas Proyeksi Akibat Konflik Iran

RABU, 15 APRIL 2026 | 07:17 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) memperingatkan bahwa konflik di Iran telah mengganggu momentum pemulihan ekonomi dunia. 

Dampaknya mulai terlihat dari perlambatan pertumbuhan global yang kini diperkirakan lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.

Dikutip dari Associated Press, Rabu 15 April 2026, dalam laporan terbarunya, IMF menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global tahun 2026 menjadi 3,1 persen dari sebelumnya 3,3 persen. 


Angka ini juga lebih rendah dibandingkan capaian tahun 2025 yang berada di level 3,4 persen, menandakan bahwa ekonomi dunia mulai kehilangan tenaga di tengah gejolak geopolitik.

Konflik yang melibatkan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran telah memicu gangguan besar pada pasokan energi global. Penutupan Selat Hormuz serta serangan terhadap fasilitas minyak di kawasan tersebut membuat harga energi melonjak tajam. Kondisi ini mendorong IMF menaikkan proyeksi inflasi global menjadi 4,4 persen pada 2026, lebih tinggi dari 4,1 persen pada tahun sebelumnya.

Kepala ekonom IMF, Pierre-Olivier Gourinchas, menegaskan bahwa dampak perang ini tidak bisa dianggap ringan. 

“Perang di Timur Tengah telah menghentikan momentum pertumbuhan ekonomi global,” ujarnya, menekankan bahwa krisis ini datang di saat dunia sebenarnya mulai menunjukkan ketahanan ekonomi.

Sebelum konflik memanas, ekonomi global sempat bertahan cukup baik meski menghadapi kebijakan proteksionis dari Presiden AS Donald Trump. Dampaknya tidak sebesar yang dikhawatirkan, sebagian karena tarif impor yang diberlakukan lebih rendah dari rencana awal, serta adanya dorongan dari investasi besar di sektor teknologi dan kecerdasan buatan yang meningkatkan produktivitas.

Namun, IMF mengingatkan situasi bisa memburuk jika konflik berlangsung lebih lama. Dalam skenario terburuk, pertumbuhan global dapat merosot hingga sekitar 2 persen pada 2026 dan 2027, terutama jika harga energi terus meningkat dan bank sentral di berbagai negara terpaksa menaikkan suku bunga untuk menekan inflasi.

Dampaknya sudah mulai terasa di berbagai kawasan. AS diperkirakan hanya tumbuh 2,3 persen, sementara negara-negara zona Euro yang sangat bergantung pada energi impor menghadapi tekanan lebih berat dengan pertumbuhan hanya sekitar 1,1 persen. 

Negara-negara berkembang dengan utang tinggi menjadi pihak yang paling rentan karena keterbatasan fiskal membuat mereka sulit meredam dampak lonjakan harga energi.

Di sisi lain, ada juga pihak yang diuntungkan dari situasi ini. Rusia sebagai eksportir energi justru berpotensi meraup keuntungan dari kenaikan harga minyak, sehingga proyeksi pertumbuhan ekonominya sedikit meningkat.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Bursa Asia Ambruk, Saham Teknologi Berguguran

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:30

Nasdaq Tertekan, Investor Wall Street Waspadai Inflasi AS

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:17

Bidik Pasar Modal, Dua BUMD DKI Konsultasikan Rencana IPO ke OJK

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:06

Delta Tunda Penerbangan ke Arab Saudi Usai Serangan Riyadh hingga 2027

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:46

Logam Mulia Tertekan Dolar Jelang Rilis Inflasi Amerika Serikat

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:29

Pasar Eropa Hijau Didorong Saham Perbankan

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:13

Drone Seeder Solusi Reklamasi Lahan Pascatambang, SOP Masih Digodok

Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:56

Republik Konoha dan Krisis Ketiga

Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:23

Olahan Sagu Inovasi TEP IPB University Ramaikan Festival Kali Maro IV Merauke

Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:57

Ijazah bagi Kekuasaan

Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:27

Selengkapnya