Berita

Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

Nusantara

Muscab PPP Kota Tasikmalaya Dihantui Konflik Internal

RABU, 15 APRIL 2026 | 05:59 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Suasana menjelang Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Tasikmalaya mendadak memanas. 

Pergantian kepengurusan di dua Pengurus Anak Cabang (PAC), yakni Indihiang dan Cipedes, memicu polemik di internal partai.

Perubahan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan (SK) DPW PPP Jawa Barat Nomor 015/SK/DPW/K/III/2026 tertanggal 9 Maret 2026. 


SK ini mengubah susunan pengurus harian PAC PPP Indihiang untuk masa bakti 2022–2027.

Sebelumnya, berdasarkan SK Nomor 005/SK/DPW/K/III/2022, posisi Ketua PAC Indihiang dijabat Sonny Senjaya, Sekretaris Buloh Hasbulloh, dan Bendahara Eva Suryawati Simosir. 

Namun, dalam SK terbaru, Buloh Hasbulloh ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua, Ari Supriatna sebagai Plt Sekretaris, dan Yayat Ruhiyat sebagai Bendahara.
Perubahan juga terjadi di PAC Cipedes. Dalam SK sebelumnya tertanggal 10 Juli 2025, posisi Ketua dijabat Didin Muhabidin, Sekretaris Sri Sugiarti, dan Bendahara Ade Somantri. 

Kini, jabatan sekretaris digantikan oleh Plt Trisna Ruhyan, sementara posisi Ketua dan Bendahara tetap.

SK perubahan tersebut ditandatangani oleh Ketua DPW PPP Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, dan Sekretaris Agus Solihin, lengkap dengan cap resmi.

Secara administratif, perubahan ini merupakan bagian dari dinamika organisasi. Namun, di lapangan, berbagai tafsir bermunculan, terutama karena waktunya berdekatan dengan agenda Muscab PPP Kota Tasikmalaya yang dijadwalkan berlangsung pada 18 April 2026.

Salah satu isu yang mencuat di kalangan kader adalah kabar bahwa pergantian dilakukan karena pengurus sebelumnya “meninggal dunia”. Informasi tersebut langsung dibantah oleh pihak terkait.

Mantan Ketua PAC Indihiang, Sonny Senjaya, mengaku terkejut saat mendengar kabar tersebut. Ia menegaskan dirinya masih aktif menjabat dan masa baktinya berlaku hingga 2027.

“Saya kaget. Tiba-tiba ada pergantian, bahkan tersiar kabar saya sudah meninggal dunia. Padahal saya masih aktif dan masih menjalankan tugas sebagai Ketua PAC,” kata Sonny dikutip Kantor Berita RMOLJabar, Rabu, 15 April 2026.

Ia menambahkan, selama dua periode menjabat, dirinya tidak pernah melakukan pelanggaran organisasi. Karena itu, ia mempertanyakan dasar pergantian yang dinilai tidak transparan.

“Jika memang ada alasan organisatoris, seharusnya disampaikan secara terbuka agar tidak menimbulkan kesan tidak adil,” tegasnya.

Hal senada disampaikan Sri Sugiarti, mantan Sekretaris PAC Cipedes. Ia mengaku terkejut saat mengetahui namanya tidak lagi tercantum dalam kepengurusan.

“Saya masih aktif, masih menjabat, dan masih memiliki SK. Namun tiba-tiba diganti. Jujur, saya kaget dan prihatin,” pungkasnya.


Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya