Berita

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana. (Foto: Dokumentasi RMOL)

Nusantara

BGN Bantah Hapus Pemberian Susu dalam Program MBG

RABU, 15 APRIL 2026 | 01:13 WIB | LAPORAN: ABDUL ROUF ADE SEGUN

Info yang beredar di publik bahwa susu dihapus dalam menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) dibantah Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana.

Menurut dia, susu tetap menjadi komponen penting sebagai pemenuhan protein hewani dan kalsium dalam program MBG.

“Susu tetap menjadi bagian terintegrasi dalam MBG, terutama di daerah yang memiliki peternakan sapi perah,” kata Dadan dalam pesan elektroniknya kepada RMOL di Jakarta, Selasa malam, 14 April 2026.


Ia menyebut untuk daerah-daerah yang bukan penghasil sapi perah memang bisa disubtitusi untuk kebutuhan proteinnya.

“Untuk daerah-daerah yang belum ada ternak sapi perah, susu bisa disubtitusi, misalnya dengan ikan duri lunak. (Namun), susu tetap menjadi salah satu komponen dalam proses pertumbuhan sebagai sumber protein dan kalsium,” jelasnya.

Dadan menegaskan sejauh ini tidak ada perubahan kebijakan dalam program MBG, termasuk menghilangkan susu dalam menu untuk pemenuhan gizi anak dan kelompok rentan.

“Tentu saja (susu masih dibutuhkan). Tidak ada perubahan kebijakan,” tandasnya. 

Senada, Tim Pakar Bidang Susu BGN Prof. Epi Taufik menyatakan bahwa tidak benar jika ada isu yang menyebut susu telah dihapus dari program MBG. 

Kendati demikian, ia mengakui pemberian susu memang belum bisa dilakukan di seluruh daerah di Indonesia karena beberapa faktor.  

“Tidak benar, tidak pernah ada penghapusan pemberian susu dalam MBG. Sejak awal launching program MBG, susu sudah menjadi bagian dari MBG, bahwa pemberiannya belum bisa dilakukan di seluruh Indonesia seperti halnya menu makan lain itu betul,” kata Prof. Epi. 

Ia menyebut pemberian susu yang belum merata di Indonesia, salah satunya karena ada daerah yang belum memiliki peternakan sapi perah. 

“Dikarenakan pasokan susu yang masih terbatas, maka susu dimulai menjadi bagian dari MBG di daerah-daerah yang memiliki ternak sapi perah dan sudah terdapat rantai pasok susu atau memungkinkan mendapatkan pasokan susu,” jelasnya.
      

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

UPDATE

Gudang yang Terbakar di Cikarang Milik PT Emudah Fulfillmen, Penyedia Jasa Logistik E-Commerce

Sabtu, 26 September 2026 | 16:18

Mahkamah Agung Diminta Periksa Dugaan Kejanggalan Perkara Harta Bersama

Sabtu, 26 September 2026 | 15:28

SBY: Guruh Soekarnoputra Telah Melakukan Banyak Hal untuk Negeri Ini

Sabtu, 26 September 2026 | 15:03

Dulu Dipandang Sebelah Mata, Kini Dunia Barat Mulai Melirik Halal Indonesia

Sabtu, 26 September 2026 | 14:50

Sinyal Damai AS-Iran Bikin Harga Minyak Terpukul

Sabtu, 26 September 2026 | 14:26

Surya Paloh Kenang Guruh sebagai Budayawan dan Seniman

Sabtu, 26 September 2026 | 14:05

Palet Plastik dan Barang Marketplace Ludes dalam Kebakaran di Cikarang

Sabtu, 26 September 2026 | 13:50

Bitcoin Turun Tipis di Bawah 84.000 Dolar AS

Sabtu, 26 September 2026 | 13:33

Surya Paloh Ungkap Alasan Guruh Soekarnoputra Pilih Fokus ke Seni Ketimbang Pimpin PDI

Sabtu, 26 September 2026 | 13:10

Kapolri Pimpin Kenaikan Pangkat 50 Pati dan 4 PNS Polri

Sabtu, 26 September 2026 | 12:35

Selengkapnya