Berita

Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Tim Media Presiden)

Politik

Belum Ada Urgensi Reshuffle Kabinet Merah Putih

SELASA, 14 APRIL 2026 | 22:20 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Isu perombakan atau reshuffle Kabinet Merah Putih yang disebut-sebut akan bergulir dalam waktu dekat dinilai belum memiliki alasan kuat untuk dilakukan.

Pengamat politik dari Citra Institute, Efriza menilai tata kelola pemerintahan Presiden Prabowo hingga saat ini masih relatif stabil dan terkendali.

“Belum ada urgensi. Berbeda jika mulai muncul disharmoni nyata di level menteri,” ujar Efriza kepada Kantor Berita Ekonomi dan Politik RMOL, Selasa, 14 April 2026.


Ia mencontohkan, reshuffle bisa menjadi langkah politik apabila terjadi inkonsistensi kebijakan atau lemahnya koordinasi antar kementerian, seperti yang sempat mencuat dalam polemik kebijakan LPG oleh Bahlil Lahadalia.

“Dalam kondisi seperti itu, reshuffle bisa menjadi instrumen untuk mengembalikan disiplin kabinet,” sambungnya.

Alumnus Magister Ilmu Politik Universitas Nasional (UNAS) itu menegaskan, reshuffle bukanlah sebuah keharusan, melainkan opsi strategis yang digunakan presiden apabila terdapat gangguan serius terhadap efektivitas pemerintahan dan soliditas kebijakan.

“Reshuffle layak dilakukan bukan semata karena perbedaan pandangan, tetapi untuk menjaga soliditas kabinet, konsistensi arah kebijakan, kinerja pemerintahan, serta stabilitas politik,” jelasnya.

Lebih jauh, Efriza juga menyoroti dinamika politik yang berkembang, termasuk pernyataan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla terkait isu energi dan subsidi BBM. Meski berpotensi memunculkan tekanan politik, ia menegaskan keputusan reshuffle sepenuhnya merupakan hak prerogatif presiden.

“Semua bergantung pada kalkulasi Presiden berdasarkan evaluasi kinerja para menterinya secara cermat. Reshuffle adalah instrumen politik untuk menegaskan kontrol dan arah kebijakan,” paparnya.

Menurutnya, penentuan waktu dan urgensi reshuffle tidak bisa didasarkan pada tekanan elite semata, melainkan harus melalui pertimbangan strategis yang matang.

“Timing dan urgensinya sangat ditentukan oleh kepentingan strategis Presiden, bukan sekadar respons terhadap intervensi politik,” demikian Efriza.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

AXA Mandiri Financial Digugat ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:59

Menteri Pigai Keliling SPBU: Hari Ini Distribusi BBM Bali Aman!

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:35

AS Ultimatum Iran: Patuhi Kesepakatan Nuklir atau Hancur

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:26

Bareskrim dan BNN Obok-Obok Kelab Malam, Sembilan Orang Positif Narkoba

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:17

Wali Kota Prancis Dipukuli Warga Israel di Tepi Barat

Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:45

Masyarakat Diimbau Tingkatkan Kesadaran dan Partisipasi dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:42

Kabut Asap Picu Lonjakan Penjualan Tabung Oksigen dan Air Purifier di Asia Tenggara

Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:04

Perlu Sistem Pencegahan Karhutla agar Warga Tak Terus Jadi Korban

Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:51

Syarikat Islam Didorong Jadi Kekuatan Besar Ekonomi Umat

Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:26

KPK Evaluasi Alasan Nusron Wahid Mangkir Sebelum Terbitkan Surat Perintah Membawa

Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:11

Selengkapnya