Berita

Komite Aksi Pemuda Anti Korupsi saat menggelar demo di depan Gerbang Pancasila, Gedung DPR, Jakarta, Senin, 13 April 2026. (Foto: Dok. Pribadi)

Politik

DPR Didesak Bentuk Pansus Agrinas Gate

SELASA, 14 APRIL 2026 | 13:50 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Massa yang tergabung dalam Komite Aksi Pemuda Anti Korupsi (KAPAK) mendesak DPR segera membentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk mengusut dugaan skandal impor 105.000 mobil pikap dari India oleh PT Agrinas Pangan Nusantara.

Dalam menyuarakan aspirasinya, mereka bahkan sempat menggelar demo di depan Gerbang Pancasila, Gedung DPR, Senayan, Jakarta Senin kemarin, 13 April 2026 hingga sempat terjadi kericuhan. Massa terlibat adu mulut dan saling dorong dengan aparat kepolisian saat hendak membakar ban. Upaya tersebut berhasil digagalkan petugas.

Tak berhenti di situ, massa kemudian membakar spanduk bergambar sejumlah pihak yang dinilai terkait dengan program impor tersebut, mulai dari Direktur Utama Agrinas hingga pejabat pemerintah.


“Kami menuntut DPR segera membentuk Pansus ‘Agrinas Gate’ dan memanggil Dirut PT Agrinas Pangan Nusantara,” kata koordinator aksi, Adib Alwi dikonfirmasi, Selasa, 14 April 2026.

Menurutnya, rencana impor dalam jumlah besar tersebut memunculkan tanda tanya besar di tengah gencarnya kampanye penguatan industri dalam negeri.

“Kenapa harus impor? Kenapa bukan produksi dalam negeri? Ini bertentangan dengan semangat substitusi impor yang selama ini digaungkan pemerintah,” tegasnya.

Adib menilai, keputusan impor skala masif hanya menyisakan dua kemungkinan, yakni ketidakmampuan atau ketidakmauan pemerintah.

“Kalau ini soal ketidakmampuan, berarti gagal dalam kebijakan industrialisasi. Tapi kalau ketidakmauan, publik patut curiga ada kepentingan lain di baliknya,” ujarnya.

KAPAK juga mendesak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turun tangan mengusut proyek tersebut, terutama terkait skema pembiayaan yang dinilai belum transparan.

Ia meminta BPK melakukan audit investigatif secara menyeluruh, termasuk menelusuri aliran dana dan pihak-pihak yang terlibat. Sementara KPK diminta segera memanggil dan memeriksa Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara.

“Pemeriksaan ini harus jadi pintu masuk untuk membongkar proyek ini secara terang. Jangan berlindung di balik alasan prosedural,” tandasnya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Menelusuri Perjalanan Baru Vision dalam Serial VisionQuest

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:29

Usai Mandek, Harga Emas Antam Langsung Anjlok Hari Ini

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:22

Polisi Rilis 13 Korban Ledakan Pertokoan Pasar Cimanggis Tangsel

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:17

COP31 Jadi Momentum Prabowo Percepat Transisi Energi

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:08

PM Baru Maroko Temui Raja, Bahas Pembentukan Pemerintahan Baru

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:03

Pertamina Kerahkan Armada Tambahan dan Terminal 24 Jam untuk Normalisasi BBM di Bal

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:54

4,4 Juta Sertifikat Halal Terbit Jelang Batas Akhir, Didominasi UMKM

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:46

Pengamat Dorong Percepatan Jargas dan CNG untuk Tekan Impor LPG

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:42

Rupiah Nyaris Tembus Rp18.000 per Dolar AS, BI Langsung Buka Suara

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:38

Badai PHK Melanda Netflix Saat Pertumbuhan Melambat

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:27

Selengkapnya