Berita

Ketua Umum Gabungan Produsen Makanan Minuman Indonesia (GAPMMI), Adhi Lukman. (Foto: RMOL/Alifia)

Bisnis

Industri Makanan Minuman Terjepit Gegara Harga Plastik Melejit

SELASA, 14 APRIL 2026 | 12:59 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Industri makanan dan minuman menghadapi tekanan berat akibat lonjakan harga plastik yang disertai kelangkaan pasokan bahan baku.

Ketua Umum Gabungan Produsen Makanan Minuman Indonesia (GAPMMI), Adhi Lukman mengatakan, hampir seluruh sektor industri sangat bergantung pada plastik terutama untuk kebutuhan kemasan.

“Ya, harga plastik ini memang situasi yang cukup rumit ya, bagi industri, khususnya industri makanan, minuman, dan industri. Semua, hampir semua pakai plastik,” kata Adhi di Kemenko Perekonomian, dikutip Selasa 14 April 2026.


Ia menjelaskan, persoalan yang dihadapi bukan hanya soal kenaikan harga, tetapi juga keterbatasan pasokan. Sejumlah pemasok bahkan telah menginformasikan bahan baku plastik habis pada Mei hingga Juni mendatang.

“Selain harga naik, juga ketersediaannya terbatas. Dari beberapa pemasok ada yang bilang, terakhir bulan Mei atau Juni sudah habis," kata Adhi.

Menurut Adhi, kondisi ini telah dilaporkan kepada pemerintah, terutama kepada Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Perdagangan Budi Santoso.

Dari sisi harga, lonjakan plastik dinilai sangat signifikan. Kenaikan bervariasi mulai dari 30 persen hingga 100 persen, bahkan untuk kemasan sederhana seperti plastik pembungkus bakso dan produk daging beku.

"Tadi pagi saja saya masih dapat laporan dari anggota, mereka untuk kemasan yang simpel saja, seperti plastik-plastik untuk kemasan bakso, frozen meat, dan lain sebagainya, itu naik hampir 100 persen. Sementara kita tidak bisa menaikkan harga jual setinggi itu," kata Adhi.

Kenaikan tersebut berdampak besar terhadap struktur biaya produksi. Adhi menyebut, kontribusi kemasan terhadap harga pokok produksi bisa mencapai sekitar 25 persen. Jika harga kemasan melonjak dua kali lipat, maka beban biaya produksi otomatis ikut terkerek.

"Ini akan menyebabkan industri mengalami kesulitan untuk menjual, karena produknya pasti harganya mahal. Sementara di masyarakat terbatas,” kata Adhi.

Kondisi ini memaksa sebagian pelaku industri mulai menaikkan harga jual produk di pasar. Bahkan, kenaikan harga sudah mulai terasa pada sejumlah kebutuhan pokok yang menggunakan kemasan plastik.

“Beberapa sudah naik harga. Bahkan di pasar, barang basic seperti beras dan minyak goreng juga terdampak. Itu bukan barangnya yang naik, tapi kemasannya yang naik,” pungkas Adhi.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Sandy Rio Kuahaty Nakhodai GAMKI Jakut 2026-2029

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:26

Bawaslu Dorong Transformasi Digital dari Administrasi ke Pengawasan Berbasis Risiko

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:23

Kementerian HAM Perluas Akses Pendidikan Tak Hanya untuk ASN

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:14

Reformasi Kelistrikan Penting untuk Capai Ekonomi 8 Persen

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:01

Menkop Kukuhkan Yudi Azis sebagai Rektor IKOPIN Periode 2026–2031

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:44

Bahas Keamanan hingga Lapangan Kerja

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:42

Meracik Horor Komedi di Film Ghosthing, Ini Pandangan Peter Surya Wijaya

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:41

Tanggapi Survei Celios, Gibran Janji Kerja Lebih Baik

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:35

Mantan Pj Gubernur Sulsel Bantah Cawe-cawe Pengadaan Bibit Nanas

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:31

APBD DKI 2027 Diusulkan Rp82,89 Triliun, Naik 4,18 Persen

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:20

Selengkapnya