Berita

Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla. (Foto: Dokumentasi RMOL)

Politik

Narasi JK Dituding Merusak Keberagaman dan Pancasila

SELASA, 14 APRIL 2026 | 06:22 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Pernyataan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, dalam pidato di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta dianggap bisa menjadi bibit perpecahan di masyarakat.

Direktur Politic and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie menilai pernyataan JK sangat kontroversial dan merusak kerukunan antarumat beragama di Indonesia. 

"Keberagaman yang dibangun selama ini dirusak oleh Jusuf Kalla. Tak pantas dia menyinggung umat Kristiani yang baru selesai merayakan Paskah," ujar Jerry dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Selasa, 14 April 2026.


Menurut dia, JK kurang memahami ajaran Kristen yang bersumber dari Alkitab. 

“Doktrin umat Kristen adalah jangan membunuh,” tegasnya.

Jerry menyebut bahwa JK tidak pantas disebut sebagai seorang negarawan tapi sosok intoleran bahkan radikal. 

"Narasinya sangat tendensius dan provokatif dan bahaya buat bangsa ini. Dia merusak nilai-nilai keberagaman dan Pancasila," tegasnya lagi.

"Saya salut organisasi GAMKI dan Pemuda Katolik sudah melaporkan Jusuf Kalla yang juga pada tahun 1967 pernah terlibat dalam pembakaran 11 gereja di Sulawesi Selatan,” pungkas Jerry.

Pemuda Katolik dan GAMKI sebelumnya melaporkan isi video ceramah JK ke Polda Metro Jaya dengan nomor register LP/B/2546/IV/2026/SPKT/POLDAMETROJAYA. Pelaporan yang turut dihadiri Ketua Umum GAMKI, Sahat Sinurat, disebut bertujuan untuk mencegah meluasnya polemik di tengah masyarakat.

Dalam laporan tersebut, pelapor menyinggung dugaan tindak pidana penistaan agama sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. 

Sementara itu, Juru Bicara JK, Husain Abdullah menegaskan, bahwa video yang tersebar merupakan potongan ceramah atau context cutting saat menyampaikan materi di Masjid Kampus Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pada Kamis, 5 Maret 2026 lalu.

“Pak JK mengungkapkan pendapat orang-orang yang bertikai pada saat kerusuhan Poso dan Ambon. Itu realitas sosiologis, bukan pendapat pribadi Pak JK,” kata Husain kepada wartawan di Jakarta, Senin, 13 April 2026.

Menurutnya, dalam ceramah tersebut JK justru menyampaikan pengalaman atau lesson learned dalam menyelesaikan konflik, khususnya di Poso dan Ambon.

“Pak JK mengisahkan pendekatan yang ia lakukan ketika hendak mendamaikan pihak yang bertikai, dengan terlebih dahulu mengubah paradigma yang memotivasi mereka saat konflik,” jelasnya.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

UPDATE

Bareskrim Gerebek 9 Lokasi Rawan Narkoba di Sumut, Puluhan Pengedar dan Pemakai Diamankan

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:28

Pasar Serdang Kemayoran Segera Direvitalisasi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:15

Hadiah Bibit Korupsi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:01

Aparat Usut Dugaan Investasi Emas Bodong Rp25 Miliar yang Seret Sejumlah Artis

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:55

Putusan MK soal Gibran Bergulir ke Ranah Politik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:39

Karhutla Belum Tuntas, Pemerintah Kaji Langkah Penanganan Terbaik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:34

Kemenhub Catat 1.673 Penerbangan Terdampak Karhutla: 907 Batal

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:17

Radja Nainggolan Ungkap Penyesalan Besar Belum Pernah Bela Timnas Indonesia

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Trump Pertimbangkan Bantu Arab Saudi Perangi Houthi

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:48

Selengkapnya