Berita

Pelaku industri rokok HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy. (Foto: Dok. Pribadi)

Nusantara

Seruan Panca Ampera Mencuat sebagai Alarm Kebijakan Tembakau Nasional

SENIN, 13 APRIL 2026 | 22:51 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Pelaku industri rokok nasional, HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy alias Gus Lilur menyuarakan lima tuntutan utama yang diklaim sebagai aspirasi petani tembakau dan pelaku usaha rokok rakyat.

Tuntutan tersebut dilabeli sebagai "Panca Ampera" atau lima amanat petani tembakau madura–nusantara. Lima tuntutan lahir dari kondisi riil yang dihadapi petani tembakau hingga pelaku usaha kecil di sektor rokok.

“Ini bukan sekadar aspirasi. Ini suara dari bawah, dari petani, buruh, dan pelaku usaha kecil yang menjadi fondasi industri tembakau nasional,” ujar Gus Lilur dalam keterangan tertulisnya, Senin, 13 April 2026.


Amanat pertama adalah menghentikan kriminalisasi terhadap pengusaha rokok pribumi, khususnya skala UMKM. Ia menilai, penegakan hukum kerap tidak proporsional dan menyamaratakan pelaku usaha kecil dengan jaringan pelanggaran besar.

“Pengusaha rokok rakyat tidak boleh diposisikan sebagai musuh. Kalau ada pelanggaran, harus dilihat konteksnya, jangan sampai terjadi kriminalisasi terhadap mereka yang sedang bertahan,” tegasnya.

Kedua, Gus Lilur juga menekankan pentingnya penindakan tegas terhadap rokok ilegal. Sebab peredaran rokok ilegal merugikan negara sekaligus merusak iklim usaha yang sehat.

“Rokok ilegal harus ditindak tegas. Tapi penindakan harus tepat sasaran, bukan malah melemahkan pelaku usaha legal,” ujarnya.

Ketiga, mendorong pemerintah menerbitkan skema cukai khusus bagi rokok rakyat. Ia menilai, struktur tarif saat ini belum berpihak pada pelaku usaha kecil.

“Kita butuh cukai khusus rokok rakyat agar UMKM bisa masuk ke sistem resmi tanpa beban berlebihan,” katanya.

Keempat, Gus Lilur juga mendorong percepatan realisasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tembakau Madura. Ia menyebut KEK sebagai solusi strategis untuk meningkatkan nilai tambah dan hilirisasi industri tembakau.

“KEK Tembakau Madura adalah jalan untuk membangun industri yang adil dan berkelanjutan,” ucapnya.

Poin terakhir, ia meminta pemerintah hadir untuk menyejahterakan petani tembakau yang selama ini dinilai berada pada posisi paling lemah dalam rantai industri.

“Jutaan petani tembakau adalah fondasi. Kalau mereka tidak sejahtera, industri ini tidak akan kuat,” demikian Gus Lilur.

Ia menegaskan, Panca Ampera bukan sekadar pernyataan sikap, melainkan arah kebijakan yang perlu mendapat perhatian serius pemerintah dalam memperkuat industri tembakau nasional.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

KPK Terbitkan Sprindik Baru Terkait TPPU Wali Kota Madiun Maidi

Rabu, 23 September 2026 | 18:27

Pemerintah Sediakan Pendidikan Gratis Mulai TK hingga SMA Lewat Dana BOS

Rabu, 23 September 2026 | 18:19

IHSG-Rupiah Kompak Parkir di Zona Hijau Usai BI Tahan Suku Bunga

Rabu, 23 September 2026 | 17:58

Beli Tiket MotoGP Indonesia 2026 via wondr by BNI Diskon hingga Rp300 Ribu

Rabu, 23 September 2026 | 17:41

Anggota DPRD Hingga Petinggi LSM Diperiksa KPK dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 23 September 2026 | 17:38

Prabowo Bentuk Tim Khusus Kaji Rencana Gratiskan Kuliah di PTN

Rabu, 23 September 2026 | 17:34

Bos BI Ungkap Investasi Asing Masuk RI Rp7,1Triliun, Ditopang SBN

Rabu, 23 September 2026 | 17:18

Legislator Nasdem Dorong Pembenahan Pelayaran, Belajar dari Kereta Api

Rabu, 23 September 2026 | 17:09

Pemerintah Bisa Lebih Repot Bila Daya Beli Kelas Menengah Terus Tertekan

Rabu, 23 September 2026 | 17:01

Prabowo Pantau Karhutla Sumatra-Kalimantan, 209,78 Hektare Masih Dipadamkan

Rabu, 23 September 2026 | 16:52

Selengkapnya