Berita

Ketua Dewan Direktur GREAT Institute, Syahganda Nainggolan. (Foto: RMOL)

Bisnis

Defisit APBN 2026 Bisa Capai 4,3 Persen dari PDB

SENIN, 13 APRIL 2026 | 22:25 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 diperkirakan melebar hingga 4,3 persen dari produk domestik bruto (PDB). Meski demikian, kondisi tersebut dinilai masih dalam batas aman dan tidak berpotensi memicu krisis.

Ketua Dewan Direktur GREAT Institute, Syahganda Nainggolan mengatakan, proyeksi tersebut merupakan hasil perhitungan internal lembaganya.

“Hitungan GREAT Institute itu bisa sampai 4,3 persen (dari PDB),” kata Syahganda saat berbincang dengan RMOL, Senin, 13 April 2026.


Menurutnya, angka tersebut masih jauh lebih rendah dibandingkan saat pandemi Covid-19, di mana defisit APBN sempat menembus di atas 6 persen.

“Yang bahaya itu bukan tidak ada uang. Kita pernah seperti zaman Covid, defisit dinaikkan,” ujarnya.

Syahganda menilai, pelebaran defisit di kisaran 4 persen justru masih dapat menjaga stabilitas ekonomi, terutama dalam mempertahankan daya beli masyarakat.

“Yang penting uang ada, barang juga tersedia. Jadi ekonomi tetap bergerak,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia meyakini kebijakan ekonomi yang diambil Presiden Prabowo Subianto mampu menjaga stabilitas di tengah tekanan global, termasuk dampak konflik geopolitik antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran yang memengaruhi pasokan energi.

Salah satu kebijakan yang disoroti adalah penerapan skema work from anywhere (WFA) yang dinilai mampu mendorong sisi permintaan (demand side) dalam perekonomian.

“Dengan WFA dan kebijakan lain, orang tetap belanja, bepergian, sehingga ekonomi tetap berputar,” jelasnya.

Ia pun optimistis strategi ekonomi kerakyatan yang diusung pemerintah dapat menjaga kondisi nasional tetap terkendali di tengah tekanan global.

“Kita percaya saja, mudah-mudahan Indonesia tetap terkendali dalam situasi seperti ini,” pungkasnya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

BNI Ingatkan Nasabah, Waspada Modus Penipuan BNIdirect

Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:06

Diduga Palsukan KTA, Sekjen dan Waketum PPP Dipolisikan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:47

DPR Nilai Dukungan Publik terhadap Program MBG Tetap Kuat Meski Diterpa Kasus Korupsi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:09

Seleksi Pejabat Kemenag Kini Makin Ketat, Rekam Jejak Jadi Penentu

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:04

Soal Protes Kenaikan BBM, DPR Ingatkan Harga di Indonesia Masih Relatif Murah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:34

Program Padat Karya Jaga Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:29

Kejagung: Motor Listrik MBG Bukan untuk Disita, Tapi Segera Disalurkan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:24

LEMIGAS dan Pertagas Resmi Berkolaborasi di Proyek Cisem II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:55

Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:51

Bank Mandiri Siapkan Rp1,95 Triliun untuk Lunasi Green Bond Seri A

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:33

Selengkapnya