Berita

WAKIL Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustopa. (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Politik

NasDem Soal Isu Merger dengan Gerindra: Hanya Candaan

SENIN, 13 APRIL 2026 | 13:11 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Isu Partai NasDem akan merger dengan Partai Gerindra dipastikan masih sebatas wacana dan belum menjadi pembahasan internal. 

NasDem menegaskan saat ini fokus pada konsolidasi partai, bukan penggabungan.

Wakil Ketua Umum Partai NasDem Saan Mustopa menyampaikan hal itu merespons kelakar kadernya, Willy Aditya, dalam rapat Komisi XIII DPR bersama BPIP di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin, 13 April 2026.


Candaan merger muncul saat Willy melihat kader NasDem dan Gerindra duduk berdampingan dalam forum.

Saan mengaku isu tersebut juga mengejutkannya dan menyebut dalam istilah politik lebih tepat disebut “fusi”, bukan merger. Ia menilai wacana seperti itu hal yang biasa, namun tidak sederhana untuk diwujudkan.

“Bukan, dalam bahasa politik itu kan fusi ya, bukan merger, dan sebagai sebuah ide, sebagai sebuah gagasan tentu ya dipertimbangkan atau dipikirkan. Tapi ketika kita mau wujudkan banyak hal yang harus dipikirkan,” kata Saan di Gedung DPR, Senin, 13 April 2026.

Menurutnya, penggabungan partai tidak bisa dilepaskan dari faktor ideologi, identitas, dan eksistensi masing-masing partai. Hal itu membuat wacana fusi menjadi kompleks, apalagi dalam konteks politik saat ini yang terus berkembang.

Saan menegaskan, hingga kini belum ada pembahasan khusus di internal NasDem terkait isu tersebut. Ia menyebut partainya masih fokus memperkuat struktur hingga ke daerah.

“Kita kan belum ada hal yang khusus terkait dengan fusi. Jadi terkait dengan soal wacana fusi itu belum menjadi pembicaraan di internal secara lebih mendalam,” tegas Saan.

Terkait isu pertemuan Ketua Umum NasDem Surya Paloh dengan Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Saan mengaku tidak mengetahui detail pembahasan. Namun ia menegaskan komunikasi antarpartai koalisi dengan presiden merupakan hal yang wajar untuk menyamakan persepsi dan mendukung program pemerintah.

Ia juga memastikan NasDem tetap berkomitmen berada di dalam koalisi dan mendukung penuh pemerintahan Presiden Prabowo hingga akhir masa jabatan.

“Ya kalau koalisi tadi, saya pastikan bahwa Nasdem tetap berkomitmen. Nasdem 100% mendukung pemerintah dan kita akan terus maksimal memberikan dukungan terhadap pemerintah,” pungkas Saan.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya