Berita

Seskab Teddy Indra Wijaya (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Politik

Isu “Inflasi Pengamat” Berbalik Jadi Kritik untuk Seskab

SENIN, 13 APRIL 2026 | 10:24 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pernyataan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya terkait fenomena “inflasi Pengamat” menuai kritik. Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah, menilai pernyataan tersebut tidak mencerminkan sikap resmi negara.

“Pernyataan Seskab hanya merupakan pandangan personal,” ujar Dedi kepada RMOL, Senin, 13 April 2026.

Dedi menekankan bahwa peran Analis dan Pengamat justru penting dalam sistem demokrasi. Menurutnya, tidak semua masyarakat memahami kebijakan publik secara utuh, sehingga kehadiran Pengamat dibutuhkan sebagai penafsir sekaligus pengingat.


“Dan Pengamat diperlukan sebagai penafsir bagi masyarakat umum, sehingga kebijakan mendapat kritik dan kerja pemerintah juga mendapatkan pengawasan,” kata Pengamat Politik jebolan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini.

Di sisi lain, Dedi menyebut bahwa Pengamat bukan kelompok yang seharusnya dimusuhi oleh Penguasa. Ia merasa heran jika para elite justru khawatir dengan keberadaan Pengamat yang dengan keilmuannya menginginkan penguasa.

“Dan analis atau pengamat membantu mereka dalam mengevaluasi kebijakan atau keputusan-keputusan yang miliki dampak pada publik,” katanya. 

Atas dasar itu, ia berpandangan bahwa pernyataan Seskab mengenai “inflasi pengamat” terkesan di luar proporsi dan tidak sesuai dengan peran kelembagaan.

“Seskab sendiri seharusnya proporsional, fokus pada wilayah kewenangannya, membantu keteraturan tatakelola kabinet,” pungkasnya.

Sebelumnya, Seskab Teddy Indra Wijaya menyinggung fenomena yang ia sebut sebagai “inflasi pengamat” dalam konferensi pers di kawasan Istana Kepresidenan, Jakarta, pada 10 April 2026.

Dalam pernyataannya, ia menyoroti meningkatnya jumlah pengamat yang dinilai kerap memberikan pandangan di luar bidang keahlian, yang menurutnya berpotensi menimbulkan distorsi informasi di ruang publik.

“Sekarang ini ada satu fenomena. Apa itu? Ada yang namanya inflasi pengamat. Jadi banyak sekali pengamat, oke,” ujar Teddy.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Kapolres Sukoharjo Dicopot Usai Penggerebekan Pesantren

Senin, 02 November 2026 | 18:26

DPR Gandeng Kementerian PPPA Dorong Gerakan Nasional Antibullying

Senin, 02 November 2026 | 18:20

Gibran Ingatkan Ancaman Hoaks terhadap Kerukunan Masyarakat

Senin, 02 November 2026 | 18:06

Antisipasi Gangguan Selat Hormuz, Chandra Asri Bangun Fasilitas Pengganti Nafta

Senin, 02 November 2026 | 18:02

Program Kemenag Harus Sejalan dengan Visi-Misi Prabowo

Senin, 02 November 2026 | 17:41

Kemenhaj Rekrut Tenaga Pendukung untuk Urus Visa Haji 2027

Senin, 02 November 2026 | 17:34

Ahmad Doli Harap Pimpinan Parpol Segera Bertemu Bahas Gibran

Senin, 02 November 2026 | 17:31

Gibran Tetap Blusukan ke Daerah di Tengah Polemik Putusan MA dan MK

Senin, 02 November 2026 | 17:25

Kesejahteraan Rakyat di Daerah Tambang Nikel Harus jadi Perhatian Pemerintah

Senin, 02 November 2026 | 17:09

Cegah Kekerasan di Pesantren, Kemenag Buka Pelatihan Daring melalui MOOC Pintar

Senin, 02 November 2026 | 17:02

Selengkapnya