Berita

Ilustrasi (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube CBS)

Dunia

Iran Sindir AS: Silakan Nikmati Harga Bensin Sekarang

SENIN, 13 APRIL 2026 | 08:54 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kegagalan negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran langsung disambut dengan nada sindiran tajam dari Teheran.

Setelah pembicaraan maraton selama 21 jam di Islamabad berakhir tanpa kesepakatan, pejabat Iran menuding Washington bersikap “berlebihan” dan tidak realistis dalam tuntutannya. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengatakan kedua pihak sebenarnya sudah hampir mencapai kesepakatan awal. Namun, proses itu runtuh akibat apa yang ia sebut sebagai “maksimalisme, perubahan tuntutan, dan ancaman blokade.”

“Niat baik akan dibalas dengan niat baik. Permusuhan akan dibalas dengan permusuhan," ujarnya, dikutip dari RT, Senin 13 April 2026.


Sindiran juga datang dari Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, yang secara terbuka mengejek kebijakan Amerika. Ia memperingatkan warga AS agar “menikmati” harga bensin saat ini, karena situasi bisa segera memburuk.

“Dengan apa yang disebut ‘blokade’, Anda akan segera merindukan harga bensin 4-5 Dolar,” ujarnya.

Perundingan yang gagal masih berkutat pada isu-isu lama yang belum terselesaikan, seperti program nuklir Iran, masa depan Selat Hormuz, pencabutan sanksi, kompensasi perang, serta konflik regional yang lebih luas.

Pihak AS, di bawah Presiden Donald Trump, menuntut jaminan tegas bahwa Iran tidak akan mengembangkan senjata nuklir. Sementara Iran menilai Washington mencoba memaksakan kemenangan diplomatik yang gagal diraih lewat konflik militer.

Di tengah kebuntuan tersebut, AS mengumumkan akan memberlakukan blokade terhadap seluruh lalu lintas kapal yang keluar-masuk pelabuhan Iran mulai 13 April.

Komando Pusat AS menyatakan langkah ini akan berlaku untuk kapal dari semua negara yang beroperasi di pelabuhan Iran, baik di Teluk Arab maupun Teluk Oman. Namun, mereka menegaskan bahwa jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz tetap dibuka untuk kapal menuju pelabuhan non-Iran.

Ketegangan ini langsung mengguncang pasar energi global. Harga minyak melonjak tajam hingga menembus 100 Dolar AS per barel, dipicu kekhawatiran gangguan pasokan di salah satu jalur minyak paling vital di dunia, Selat Hormuz.

Di Amerika sendiri, harga bensin sudah naik signifikan dalam beberapa pekan terakhir, bahkan menembus rata-rata sekitar 4,16 Dolar AS per galon. Lonjakan ini menjadi salah satu bahan sindiran Iran terhadap tekanan yang kini dirasakan langsung oleh masyarakat AS.

Meski situasi memanas, Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menyatakan bahwa peluang kesepakatan sebenarnya masih ada. Namun, hal itu hanya mungkin terjadi jika AS menghentikan pendekatan yang ia sebut sebagai “totalitarianisme.”

Di sisi lain, sejumlah pihak internasional meragukan solusi cepat. Mantan kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Federica Mogherini, mengingatkan bahwa kesepakatan nuklir 2015 saja membutuhkan waktu hingga 12 tahun untuk dirampungkan, bukan hitungan jam.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Produk Impor Masuk Indonesia Wajib Sehat dan Halal

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:14

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Jemaah Haji Aceh Bisa Akses Ruang VIP Bandara

Selasa, 05 Mei 2026 | 01:28

Ashari Menghilang, Belum Ditangkap Polisi

Selasa, 05 Mei 2026 | 01:16

Ambulans Angkut Jenazah Hantam Truk, Dua Orang Tewas

Selasa, 05 Mei 2026 | 01:00

BPJPH dan Barantin Perkuat Pengawasan Pakan Impor Berunsur Porcine

Selasa, 05 Mei 2026 | 00:33

Purbaya Siapkan Insentif Mobil dan Motor Listrik

Selasa, 05 Mei 2026 | 00:24

Rumah di Grogol Petamburan Dilalap Api

Selasa, 05 Mei 2026 | 00:01

Penyelundupan 2,1 Kg Ganja dari Papua Nugini Digagalkan

Senin, 04 Mei 2026 | 23:35

Tiga Jam Operasional KRL Rangkasbitung Lumpuh

Senin, 04 Mei 2026 | 23:20

Selengkapnya