Berita

Ilustrasi (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube France24)

Dunia

Diplomasi Nuklir Gagal, Trump Instruksikan Blokade Militer di Selat Hormuz

SENIN, 13 APRIL 2026 | 07:18 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Gagalnya pembicaraan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di Islamabad menjadi awal meningkatnya ketegangan baru di kawasan. 

Pertemuan yang semula diharapkan bisa menghasilkan kesepakatan penting, terutama soal program nuklir Iran, berakhir tanpa hasil, meski sebagian besar poin lain sebenarnya sudah dibahas.

Presiden AS Donald Trump mengakui kebuntuan tersebut. 


"Sebagian besar poin sudah disepakati… tetapi isu nuklir tidak berhasil disepakati," kata Trump, dikutip dari Al-Jazeera, Senin 13 April 2026.

Tak lama setelah itu, Trump langsung mengumumkan langkah tegas berupa blokade militer di Selat Hormuz, jalur laut yang sangat penting bagi perdagangan energi dunia.  

“Mulai sekarang juga, Angkatan Laut Amerika Serikat akan memulai proses memblokade semua kapal yang mencoba masuk atau keluar dari Selat Hormuz," ujarnya.

Trump juga mengeluarkan peringatan keras kepada Iran. Ia menegaskan bahwa jika ada serangan terhadap pasukan AS atau kapal sipil, maka akan dibalas dengan kekuatan penuh. Dalam pernyataannya, ia bahkan mengatakan pihak yang menyerang akan “dihancurkan sampai ke dasar.”

Langkah ini langsung memicu reaksi keras dari Iran. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan bahwa kapal sipil masih boleh melintas dengan aturan tertentu, tetapi kapal militer asing yang mendekat akan dianggap melanggar gencatan senjata dan siap ditindak tegas.

Dampaknya terasa cepat. Lalu lintas di Selat Hormuz, yang menjadi jalur bagi sekitar seperlima distribusi minyak dan gas dunia itu langsung melambat drastis. Kondisi ini memicu kekhawatiran global karena bisa mengganggu pasokan energi dan mengguncang ekonomi dunia.

Di tengah situasi yang semakin memanas, banyak pihak khawatir gencatan senjata yang baru berjalan sekitar dua minggu akan runtuh. Para mediator internasional pun mendesak agar kedua pihak kembali ke jalur diplomasi, meski peluangnya kini terlihat semakin kecil.

Populer

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cek Siaran Langsung Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Selasa, 22 September 2026 | 02:21

DPRD DKI Apresiasi Kebijakan Penutupan TPS Ilegal

Selasa, 22 September 2026 | 02:01

Indonesia Rebut 7 Medali di Aichi-Nagoya

Selasa, 22 September 2026 | 01:42

Ditjen AHU Perkuat Pengawasan Korporasi

Selasa, 22 September 2026 | 01:23

Wamendagri Ribka Haluk Berduka Tiga ASN Jadi Korban KKB

Selasa, 22 September 2026 | 01:01

Hasil Audit BPK Ditunggu dalam Kasus Toba Pulp Lestari

Selasa, 22 September 2026 | 00:37

Tiga Bulan Nganggur, Karyawan De Club Arjuna Geruduk Balai Kota

Selasa, 22 September 2026 | 00:26

Kejagung Periksa Dirut PT Migas Kota Bekasi terkait Dugaan Korupsi KSO

Selasa, 22 September 2026 | 00:01

80 Negara Siap Hadapi Wajib Sertifikasi Halal

Senin, 21 September 2026 | 23:47

KPK Harus Periksa Nusron Wahid demi Kepastian Hukum

Senin, 21 September 2026 | 23:31

Selengkapnya