Berita

Ilustrasi. (Foto: Dokumentasi RMOL/Istimewa)

Pertahanan

AS-Indonesia akan Teken Perjanjian soal Penerbangan Militer Lintas Wilayah

SENIN, 13 APRIL 2026 | 01:47 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Menteri Pertahanan (Menhan) RI Jenderal (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin dijadwalkan bakal mengunjungi Washington DC, Amerika Serikat (AS) pada 15 April 2026. 

Sjafrie akan menandatangani sebuah perjanjian penting dengan Menteri Perang AS Pete Hegseth terkait pengamanan akses penerbangan menyeluruh bagi pesawat militer negeri Paman Sam melalui wilayah udara Indonesia. 

Dilansir dari The Sunday Guardian, Sabtu, 11 April 2026, perjanjian tersebut digelar menyusul pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald John Trump di Washington pada 19 Februari 2026.


Kunjungan Sjafrie ke Washington menandai langkah signifikan dalam memperluas jangkauan operasional AS di seluruh Indo-Pasifik. 

Untuk menjalankan komitmen itu, Departemen Perang AS mengirimkan dokumen berjudul "Mengoperasionalkan Penerbangan Lintas Wilayah AS" kepada Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI pada 26 Februari 2026. 

Dokumen tersebut mengusulkan kesepahaman formal di mana Indonesia akan mengizinkan pesawat militer AS untuk melintasi wilayah udaranya untuk operasi darurat, misi tanggap krisis dan latihan militer yang disepakati bersama.

Namun The Sunday Guardian menyebut hingga berita ini diterbitkan belum ada laporan resmi dari Departemen Luar Negeri AS, Departemen Perang, dan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI serta kantor-kantor terkait lainnya. 

Terlepas dari itu, posisi geografis Indonesia yang membentang di jalur laut dan udara penting antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia, menjadikan wilayah udaranya sangat penting secara strategis untuk pengerahan cepat dan proyeksi kekuatan kawasan.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kejagung Diminta Awasi Ekstra Proyek Pembangunan IKN

Selasa, 22 September 2026 | 22:15

Suahasil Beberkan Tiga Jurus Perkuat Pengawasan Bea Cukai, Apa Saja?

Selasa, 22 September 2026 | 21:51

KPK Didesak Periksa Nusron agar Tak Muncul Spekulasi Liar

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Jangan Omon-omon, Pelaksanaan MBG Harus Dipersempit ke Daerah 3T

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Raja Juli Sepi, Muncul Nusron

Selasa, 22 September 2026 | 21:12

Pakai Amine System, SP-ABG Pertamina Turunkan CO2 pada Gas jadi 5%

Selasa, 22 September 2026 | 21:07

Selebgram Jule Hanya Pemakai Etomidate, Bukan Pengedar

Selasa, 22 September 2026 | 20:54

Wacana Pencalonan Presiden-Wapres Cukup Didukung Dua Fraksi Ingkari Putusan MK

Selasa, 22 September 2026 | 20:36

KPK Kembali Sita Mobil Vinna Ledy Anggraheni Hasil Pemberian Pengusaha

Selasa, 22 September 2026 | 20:18

Swing Voters dan Pilkades Bekasi 2026

Selasa, 22 September 2026 | 19:59

Selengkapnya