Berita

Akademisi dan aktivis Ubedilah Badrun. (Foto: RMOL/Jamaludin)

Politik

KNPI: Pernyataan Ubedilah Soal Beban Bangsa Menyesatkan Publik

MINGGU, 12 APRIL 2026 | 15:47 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Pernyataan akademisi Ubedilah Badrun menyebut pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sebagai beban bangsa sarat opini politis yang dibungkus seolah-olah sebagai pandangan akademik.

“Jangan bungkus opini politis dengan jubah akademisi. Publik bisa membedakan mana kritik berbasis kajian, mana sekadar retorika,” kata Ketua Umum DPP KNPI Haris Pertama dalam keterangannya, Minggu, 12 April 2026.

Menurutnya, pernyataan yang menyebut pemerintahan Prabowo-Gibran sebagai “beban bangsa” merupakan generalisasi berlebihan dan tidak mencerminkan kedalaman analisis ilmiah.


“Kritik sah saja, tapi substansi kritik yang disampaikan justru berpotensi menyesatkan opini publik karena tidak disertai data dan kerangka analisis yang utuh,” tegasnya.

Haris juga menyoroti narasi pemakzulan yang dilontarkan. Ia mengingatkan, wacana tersebut tidak boleh disederhanakan menjadi konsumsi publik tanpa dasar konstitusional yang kuat.

“Pemakzulan itu mekanisme serius dalam sistem ketatanegaraan. Tidak bisa didorong oleh opini sepihak atau framing emosional. Harus ada landasan hukum dan bukti yang jelas,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan agar kritik tidak berkembang menjadi provokasi yang berpotensi mengganggu stabilitas nasional, terlebih jika dikaitkan dengan narasi gerakan sosial untuk menjatuhkan pemerintahan yang sah.

“Hal itu berisiko memicu kegaduhan di tengah masyarakat,” tambahnya.

Haris menegaskan, peran akademisi seharusnya menjadi penjernih dalam dinamika politik, bukan justru memperkeruh suasana dengan narasi yang tidak konstruktif.

“Akademisi adalah rujukan moral dan intelektual publik. Kalau yang disampaikan lebih banyak opini politis daripada analisis ilmiah, maka yang terjadi adalah bias, bukan pencerahan,” katanya.

Di sisi lain, ia menilai pemerintah saat ini tengah berupaya menjalankan agenda pembangunan dan menjaga stabilitas di tengah tantangan global yang kompleks. Karena itu, kritik diharapkan bersifat konstruktif.

“Kritik silakan, tapi harus solutif dan memperkuat, bukan sekadar menjatuhkan,” pungkasnya.

Sebagaimana dikutip dari kanal YouTube Forum Keadilan TV, Ubedilah secara lantang menyebut pemerintahan Prabowo-Gibran sudah menjadi beban bagi bangsa Indonesia dan harus segera mengakhiri kekuasaannya.

Ubedilah menyebut, rezim Prabowo-Gibran memiliki cacat bawaan sejak awal, termasuk cacat konstitusional saat proses pemilihan presiden. Kemudian dalam setahun setengah berkuasa, pemerintahan ini justru memperburuk situasi ekonomi, demokrasi, dan penegakan hak asasi manusia.

“Secara argumentatif saya meyakini bahwa Prabowo-Gibran adalah beban buat bangsa ini,” kata Ubedilah.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

UPDATE

Investasi Jakarta Tertinggi Nasional, Tumbuh 22,1 Persen

Rabu, 04 November 2026 | 00:34

Pemerintah Optimis Polri Bakal Bongkar Aktor Intelektual Penyadapan Presiden

Rabu, 04 November 2026 | 00:20

Geledah Pukul 03.20

Rabu, 04 November 2026 | 00:04

Peduli Karhutla, PKSS Salurkan Ribuan Masker dan Susu Steril

Selasa, 03 November 2026 | 23:43

Listyo Sigit Cs Salah Pilih Lawan, Akhirnya Masuk Penjara

Selasa, 03 November 2026 | 23:22

WNA China Praperadilkan BNN di PN Jaktim terkait Narkoba

Selasa, 03 November 2026 | 23:00

Ditanya soal Gibran Ikut Disadap, Yusril: Wallahu A'lam bish-Shawab

Selasa, 03 November 2026 | 22:45

TEI 2026 jadi Pintu Ekspor Produk Sawit dan Pangan Indonesia

Selasa, 03 November 2026 | 22:32

Ini Kronologi Penyadapan Prabowo oleh Listyo Sigit Dkk

Selasa, 03 November 2026 | 22:29

Prabowo Bekali 400 Calon Pemimpin BUMN dengan Nilai Integritas dan Nasionalisme

Selasa, 03 November 2026 | 22:13

Selengkapnya