Berita

Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK). (Foto: RMOL/Bonfilio)

Politik

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

MINGGU, 12 APRIL 2026 | 13:40 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto diminta untuk tidak langsung bereaksi ketika mendapat usulan kebijakan dari siapapun termasuk dari Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK).

Pengamat politik Citra Institute, Efriza menilai, seperti perdebatan soal urgensi kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), tak perlu direspons serius oleh kepala pemerintah maupun jajarannya, meskipun yang menyampaikan mantan pejabat.

“Jika hanya perbedaan sikap, misal antara pandangan Menteri Keuangan dengan JK soal keuangan negara, maupun dalam isu energi dengan menteri-menteri terkait, pemerintah tidak perlu reaktif,” ujar Efriza kepada Kantor Berita Politik dan Ekonomi RMOL, Minggu, 12 April 2026.


Menurutnya, pemerintah mestinya tak terpengaruh pihak luar atas pembuatan kebijakan. 

Sebagai contoh, Efriza melihat potensi simpang siur informasi yang beredar di masyarakat akan menimbulkan dampak, sehingga yang diperlukan adalah memastikan arah kebijakan pemerintah tak akan berubah meskipun ada usulan-usulan.

“Karena seperti pernyataannya JK terhadap kebijakan pemerintah masih berada pada tataran mengkritisi semata, dan tidak mengganggu implementasi maupun keputusan dan kebijakan pemerintah,” tuturnya.

“Cukup dengan merespons berupa penegasan garis kebijakan oleh presiden, seperti Presiden menjamin BBM tidak  akan naik sampai akhir tahun 2026 dan tidak akan terjadinya penebalan hutang negara misalnya,” demikian Efriza menambahkan.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

UPDATE

Jaga Produktivitas dan Kelestarian, Agrinas Palma-BNPB Sinergi Tangkal Karhutla

Selasa, 03 November 2026 | 14:10

Kerja Sama Korea-Indonesia Perkuat Transformasi Digital Koperasi

Selasa, 03 November 2026 | 14:06

Gibran Selalu Dibela Mati-matian oleh Barisan Pendukungnya

Selasa, 03 November 2026 | 14:01

KPK Lepas Dua Pejabat Asal Kejagung, Mungki Hadipratikto Bakal Bertugas di BGN

Selasa, 03 November 2026 | 14:00

Babak Baru Piala Asia 2027, Alasan dan Jadwal Terbaru Penundaan Turnamen

Selasa, 03 November 2026 | 13:56

Kemlu Benarkan Dua WNI Tewas Saat Memancing di Jepang

Selasa, 03 November 2026 | 13:49

Fraksi Gerindra Belum Bersikap soal Putusan MA terkait Gibran

Selasa, 03 November 2026 | 13:45

Ketua KPK Pastikan Dalam Waktu Dekat Panggil Nusron Wahid

Selasa, 03 November 2026 | 13:35

PKS Minta Pemerintah Bebaskan PPN Produk Pembalut

Selasa, 03 November 2026 | 13:29

Soal Boikot Raffi Ahmad, Sosiolog Ingatkan Tanda Kehancuran Negara Bersumber dari Internal

Selasa, 03 November 2026 | 13:11

Selengkapnya