Berita

Wakil Presiden AS JD Vance berbicara selama konferensi pers di Islamabad, Pakistan (Foto: Reuters)

Dunia

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

MINGGU, 12 APRIL 2026 | 12:26 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Negosiasi damai antara Amerika Serikat dan Iran berakhir tanpa kesepakatan setelah lebih dari 21 jam berunding di Islamabad, Pakistan. 

Delegasi Washington yang dipimpin Wakil Presiden JD Vance kemudian memutuskan kembali ke negaranya, meninggalkan ketidakpastian terhadap nasib gencatan senjata yang baru berjalan beberapa hari. 

Dalam konferensi pers usai perundingan, Vance secara terbuka mengakui kegagalan perundingan tersebut. 


“Kabar buruknya adalah kita belum mencapai kesepakatan, dan saya pikir itu kabar buruk bagi Iran jauh lebih besar daripada kabar buruk bagi Amerika Serikat,” ujarnya, seperti dikutip dari Reuters, Minggu, 12 April 2026. 

"Jadi kami kembali ke Amerika Serikat tanpa mencapai kesepakatan. Kami telah menjelaskan dengan sangat jelas apa batasan kami," kata Vance lagi.

Menurutnya, kebuntuan terjadi karena Iran tidak menerima sejumlah syarat utama yang diajukan AS, terutama terkait program nuklir. 

“Kita perlu melihat komitmen tegas bahwa mereka tidak akan mencari senjata nuklir, dan mereka tidak akan mencari alat yang memungkinkan mereka untuk dengan cepat memperoleh senjata nuklir. Itulah tujuan utama presiden Amerika Serikat, dan itulah yang telah kami coba capai melalui negosiasi ini,” tegasnya.

Sementara itu, kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, menilai tuntutan Washington terlalu berlebihan sehingga menghambat tercapainya kesepakatan. 

Di sisi lain, pemerintah Iran melalui pernyataan di media sosial menyebut bahwa negosiasi masih akan berlanjut, dengan rencana pertukaran dokumen teknis antara kedua pihak.

Pertemuan di Islamabad ini menjadi momen penting karena merupakan kontak langsung pertama antara kedua negara dalam lebih dari satu dekade, sekaligus pembicaraan tingkat tinggi sejak Revolusi Islam Iran 1979. 

Delegasi Amerika juga melibatkan utusan khusus Steve Witkoff serta Jared Kushner.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Bos Exxon Prediksi Harga Minyak Bakal Lebih Meledak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:21

SSMS Bagikan Dividen Rp800 Miliar dari Laba 2025

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:51

Postidar Kecam Video Diduga Pernyataan Amien Rais soal Sekkab Teddy

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:18

Bank Dunia Proyeksikan Harga Emas dan Perak Turun pada 2027

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:00

Hardiknas 2026, Komisi X DPR Ingin Pendidikan Berkualitas Merata ke Pelosok

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:37

Polda Metro Pulangkan 101 Orang yang Diamankan Saat May Day

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:30

China Minta PBB Tinjau Ulang Rencana Penarikan Pasukan UNIFIL dari Lebanon

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:21

Ratusan Demonstran Ditangkap dalam Aksi Hari Buruh di Turki

Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17

Komisi III DPR: Pemberantasan Narkoba Tak Boleh Kendor!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:59

Yen Bergolak: Intervensi Jepang Paksa Dolar AS Rasakan Kerugian Mingguan Terburuk

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:41

Selengkapnya