Berita

Ilustrasi

Nusantara

Harga Plastik Naik Jadi Momentum Perubahan Gaya Hidup Ramah Lingkungan

MINGGU, 12 APRIL 2026 | 10:51 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Kenaikan harga plastik dinilai dapat menjadi instrumen efektif untuk mendorong perubahan perilaku konsumsi masyarakat ke arah yang lebih ramah lingkungan.

Wahana Lingkungan Indonesia (Walhi) menegaskan, persoalan utama bukan semata-mata pada harga, melainkan sistem produksi dan distribusi plastik yang masih masif dan sulit dihindari.   

Pengkampanye Urban Berkeadilan Eksekutif Nasional Walhi, Eka Wahyu Styawan, mengungkapkan bahwa terdapat tiga tantangan utama dalam mendorong masyarakat meninggalkan plastik sekali pakai.


"Tantangan terbesarnya ada tiga. Pertama, minimnya alternatif. Kedua, kebiasaan yang sudah terbentuk lama dalam budaya konsumsi sekali pakai. Ketiga, belum adanya kebijakan yang cukup kuat untuk membatasi produksi plastik dari hulu,” ujarnya, dikutip Minggu, 12 April 2026.
  
Selama plastik masih diproduksi secara masif dan didorong oleh industri, kata Eka, masyarakat akan terus dipaksa menggunakannya, terlepas dari mahal atau tidaknya harga.   Menurutnya, kenaikan harga plastik memang memiliki pengaruh terhadap perilaku masyarakat, namun dampaknya masih terbatas. 

"Meskipun harga naik, kalau tidak ada alternatif yang terjangkau dan praktis, perilaku konsumsi tidak akan berubah signifikan. Persoalannya bukan hanya di harga, tapi di struktur sistem produksi dan distribusi yang memang didesain bergantung pada plastik,” jelasnya. 

Ia menilai, momentum kenaikan harga plastik seharusnya dimanfaatkan pemerintah untuk mendorong kebijakan yang lebih progresif.  

"Momentum ini seharusnya dimanfaatkan untuk mendorong kebijakan yang lebih tegas, seperti pembatasan plastik sekali pakai, penerapan tanggung jawab produsen (EPR), dan pengembangan sistem guna ulang,” katanya. 

Eka menyayangkan langkah pemerintah yang memperluas industri petrokimia saat permasalahan sampah plastik tidak tertangani. Eka mengajak masyarakat untuk menjadikan kondisi ini sebagai momentum refleksi sekaligus awal perubahan menuju gaya hidup lebih ramah lingkungan.

“Jadi kuncinya ada pada keberanian untuk mengubah arah kebijakan, bukan mempertahankan model lama,” tegasnya.



Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kejagung Diminta Awasi Ekstra Proyek Pembangunan IKN

Selasa, 22 September 2026 | 22:15

Suahasil Beberkan Tiga Jurus Perkuat Pengawasan Bea Cukai, Apa Saja?

Selasa, 22 September 2026 | 21:51

KPK Didesak Periksa Nusron agar Tak Muncul Spekulasi Liar

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Jangan Omon-omon, Pelaksanaan MBG Harus Dipersempit ke Daerah 3T

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Raja Juli Sepi, Muncul Nusron

Selasa, 22 September 2026 | 21:12

Pakai Amine System, SP-ABG Pertamina Turunkan CO2 pada Gas jadi 5%

Selasa, 22 September 2026 | 21:07

Selebgram Jule Hanya Pemakai Etomidate, Bukan Pengedar

Selasa, 22 September 2026 | 20:54

Wacana Pencalonan Presiden-Wapres Cukup Didukung Dua Fraksi Ingkari Putusan MK

Selasa, 22 September 2026 | 20:36

KPK Kembali Sita Mobil Vinna Ledy Anggraheni Hasil Pemberian Pengusaha

Selasa, 22 September 2026 | 20:18

Swing Voters dan Pilkades Bekasi 2026

Selasa, 22 September 2026 | 19:59

Selengkapnya